20 Saksi Dipanggil Kejari

Korupsi Lahan UIN
MALANG - Kejaksaan Negeri Malang, tancap gas, memerangi korupsi pada tahun 2014 ini. Salah satunya, dugaan korupsi Rp 4 miliar atas pengadaan lahan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang di Kota Batu.
Jumat hari ini, Kejaksaan bakal memeriksa 20 eks pemilik lahan UIN Maliki di Gedung Kejari. Kasus yang menimpa pengadaan lahan Fakultas Kedokteran UIN Maliki Malang ini, mendapat sorotan khusus.
Sebab, jumlahnya dugaan korupsinya memang cukup besar, yakni Rp 4 miliar. Jumlah ini, berbeda dengan nilai dugaan korupsi yang diklaim oleh Mahasiswa HMI UIN Maliki dan MCW mencapai Rp 8 miliar.
Sumber Malang Post menyebut, pada pengusutan selanjutnya, diperkirakan ada tersangka lain. Saat ini, Kejaksaan sudah menahan dua tersangka dari pihak Sekdes Tlekung Kota Batu, Nol Hadi dan Kaur Ekbang, Marwoto. Diperkirakan, pada pengusutan selanjutnya bakal mengungkap aktor intelektual dibalik aksi itu.
Kepala Kejaksaan Negeri Malang, Munasim SH MH enggan berpolemik terlalu jauh. Pihaknya mengakui, kasus UIN Maliki ini memang dinilai prestisius. Sehingga menjadi tantangan Kejari untuk mengungkap hingga tuntas aktor di balik pengadaan lahan tersebut.
‘’Hari ini (kemarin, Red.) ada jaksa yang masih cuti, sehingga praktis tidak ada kegiatan pidana khusus. Namun besok (hari ini, Red.)) kita akan mulai lagi memeriksa pemilik lahan di Batu,’’ tegas Munasim kepada Malang Post, kemarin.
Para pemilik lahan itu ,berjumlah 20 orang, yang telah menjual lahannya ke UIN Maliki. Mereka diperiksa untuk melengkapi petunjuk penuntun umum peneliti berkas perkara tahap I. Sekaligus juga untuk melengkapi saksi dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu beberapa waktu lalu.
‘’Melengkapi petunjuk penuntut umum peneliti BP tahap satu, serta saksi BPN Kota Batu, terkait pengukuran dan pendaftaran hak atas tanah,’’ ujarnya.
Pada 20 Desember lalu, Kejaksaan telah menahan Sekdes Tlekung Nol Hadi. Sekdes itu telah mengakui mendapatkan dana Rp 20 juta dari pengadaan tanah untuk UIN Maliki tersebut. Dari keterangan Nol Hadi nantinya, diduga juga mulai mengerucut ke arah pihak rektorat UIN.
Kejaksaan sendiri, juga telah memeriksa sejumlah pejabat UIN. Termasuk mendatangkan mantan rektor UIN Maliki ke gedung Adhyaksa tersebut. Namun hingga kini, tersangka dari pihak rektorat juga belum mengerucut.
Sementara itu, Taher Bugis, Unit Investigasi Malang Corruption Watch (MCW) meminta Kejari serius. Kejari harus segera menetapkan tersangka baru, apalagi MCW juga sudah menyerahkan nama-nama pejabat UIN Maliki yang diduga terlibat kasus itu.
‘’Nama-nama pejabat UIN, yang dulu dikasihkan MCW dan HMI sebenarnya sudah cukup untuk menjelaskan posisi kasus ini,’’ tegas Taher.
Akan tetapi, jika Kejaksaan masih kurang informasi, pihaknya siap memberikan kembali. Selain itu, MCW berharap, pemeriksaan 20 saksi tambahan juga akan mempercepat Kejari menuntaskan kasus ini.
‘’Kasus ini, sudah tiga tahun ditangani Kejari, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak tuntas pada awal 2014,’’ imbuhnya.
Nantinya, publik yang bakal menilai keseriusan dari Kejari. Jika memang kejari serius, maka integritasnya bakal diakui publik.
‘’Disinilah publik akan menilai keseriusan dan integritas Kejari,’’ tandasnya. (ary/avi)