Kasus Lahan UIN, Bakal Ada Tersangka Baru

MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang, melakukan pemeriksaan lapangan, dugaan korupsi pengadaan lahan UIN Maliki, kemarin. Pemeriksaan lapangan itu, dilakukan terhadap 20 petani pemilik lahan yang dibeli UIN di Tlekung dan Junrejo.
Hal itu terpaksa dilakukan, lantaran pada pemeriksaan sebelumnya, mayoritas petani tak penuhi panggilan.
Selain memeriksa para saksi pemilik lahan itu, kejaksaan juga memeriksa saksi ahli Kepala BPN Kota Batu, DR. Supriyadi. Serta dua saksi dari petugas pengukur tanah, yang terkait dalam pengukuran ketika lahan dibeli UIN. Usai menuntaskan pemeriksaan, besar kemungkinan pekan depan, bakal ada tersangka baru dari pihak rektorat UIN Maliki.
‘’Kita menyelesaikan pemeriksaan saksi di BPN Kota Batu, Kepala BPN Batu, Supriyadi, kita jadikan saksi ahli untuk menerangkan tentang aturan terkait pengadaan tanah oleh pemerintah untuk kepentingan umum,’’ aku Munasim SH MH kepada Malang Post, kemarin.
Kejari juga memeriksa dua saksi lagi di pihak kejaksaan, selaku juru ukur pada pelaksanaan pengadaan tanah. Tiga orang jaksa dari Kejari juga diterjunkan untuk door to door datangi petani di Tlekung dan Junrejo.
‘’Pada pemeriksaan sebelumnya, dipanggil 22 orang yang datang cuma dua orang. Itu minggu lalu,’’ akunya.
Hingga saat ini, Kejari telah memeriksa total sekitar 50 orang, yang belum mencapai 20-an orang tadi. Terkait kasus ini, setelah menetapkan dan menahan tersangka Marwoto dan Nolhadi (perangkat desa Tlekung), Kejari bakal naik satu tingkat lagi. Yakni menggelar perkara minggu depan. ‘’Ada kemungkinan besar dari pihak yang bertanggung jawab dari pelaksana yakni UIN,’’ terangnya.
Sebab, dalam perkara ini, sudah dilakukan penyerahan tahap I dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut. Hasilnya sudah dipelajari dan Munasim memerintahkan agar diperiksa lagi.
‘’Kami juga sudah ajukan ke BPKP Perwakilan Jawa Timur, jadi tidak harus bersumber dari keterangan saksi saja, tapi dari surat sudah bisa,’’ terangnya.
Gelar perkara nanti bakal dilaksanakan di Kejaksaan antara Kamis atau Jumat. Semua tim jaksa struktural dan jaksa senior bakal mengikuti gelar perkara itu. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tahap dua berupa tersangka dan alat bukti.
‘’Kami sudah surati BPKP perwakilan provinsi jatim soal penghitungan kerugian keuangan negara (PKKN),’’ urai dia.
Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa Pembantu rektor UIN Maliki, Kepala Biro Sistem Akuntansi Barang Milik Negara, serta  para stafnya. Juga termasuk Mantan rektor UIN Maliki Imam Suprayogo juga telah diperiksa.
‘’Alat bukti tidak harus saksi. Jika dari pihak UIN yang jadi tersangka, tentu yang terkait pengadaan tanah,’’ ungkapnya.
Dalam perkara pengadaan tanah tersebut, Kejaksaan Negeri Malang menduga ada kerugian negara mencapai Rp 4 miliar. Kasus ini mendapat sorotan serius dari Kejaksaan Negeri Malang. Sehingga Kejari menargetkan harus segera dituntaskan untuk kemudian diajukan ke Pengadilan Tipikor. (ary/avi)