ITN Akhir Januari, Sekolah Ambruk Awal Maret

PR Polres Malang
KEPANJEN – Polres Malang terlalu berhati-hati dalam mengambil sikap, terkait kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya. Faktanya, hampir sebulan menyelidiki kasus ini, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
“Sabar dulu, kasusnya kan masih penyelidikan. Masih ada beberapa saksi yang harus dimintai keterangan. Nanti, setelah pemeriksaan saksi selesai, kemudian gelar perkara di Polda Jatim, baru akan ditetapkan tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Namun demikian, mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, menegaskan bahwa sebelum akhir Januari ini, ditargetkan sudah ada penetapan siapa tersangka yang paling bertanggungjawab atas masalah ini.
 “Tunggu sampai akhir Januari, karena target kami bulan ini sudah ada penetapan tersangka,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh Malang Post, bahwa proses penyidikan kasus kematian Fikri ini terus berjalan. Polisi terus mencari saksi-saksi baru yang selama ini belum dimintai keterangan. Jumat lalu penyidik Reskrim Polres Malang jemput bola dengan memeriksa seorang saksi di Sumbermanjing Wetan.
Saksi tersebut adalah seorang sopir mobil pick up, yang sempat diminta tolong oleh panitia kegiatan kemah bakti desa (KBD) untuk mengangkut tubuh Fikri menuju Puskesmas Sitiarjo, ketika korban jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, selain kasus kematian mahasiswa ITN, penyidik Polres Malang juga tengah menyelidiki kasus ambruknya bangunan dua ruang kelas di SMP Negeri 1 Wonosari. Targetnya, awal bulan Maret nanti kasus bangunan ambruk yang menggunakan bantuan dana alokasi khusus (DAK) 2011 tersebut sudah ada kejelasan siapa yang menjadi tersangka.
“Untuk kasus bangunan ambruk itu, saat ini kami masih mendalaminya. Minggu depan baru akan mulai meminta keterangan pihak-pihak terkait. Dan targetnya awal Januari ini, kasusnya sudah selesai,” tegasnya.(agp/aim)