Pesta Cukrik, 15 Warga Kota Mojokerto Tewas

MALANG POST  - Puluhan warga Kota Mojokerto tewas setelah menenggak arak oplosan yang diduga dilakukan saat pesta perayaan pergantian tahun baru, Selasa (31/12/2013) lalu. Korban tewas berasal di sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto, sementara korban selamat lainnya masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun rumah.
Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol Nurhadi santoso mengatakan, korban pesta arak oplosan di Kota Mojokerto ada beberapa lokasi. "Tidak hanya satu lokasi dan mereka minum mulai malam pergantian tahun baru kemarin, ada yang meninggal di rumah sakit dan ada yang meninggal di rumah," ungkapnya, Minggu (05/01/2013).
Menurutnya, pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi korban baik meninggal maupun korban selamat. Data sementara menyebutkan, korban tewas mencapai 15 korban dan antara empat hingga lima korban selamat masih dirawat. Menurutnya, para korban melakukan pesta arak oplosan dilakukan di beberapa lokasi dan disinyalir arak yang diminum sama.
"Kita masih kerepotan lebih dalam soal data karena mereka yang masih hidup belum bisa dimintai keterangan, ada yang dibawa ke rumah sakit tapi ada pula yang hanya dirawat dirumah. Ada yang minum-minim di Jayanegara, Sooko, Mertex, Balongrawe Baru, Mentikan dan Kemlagi. Sementara baik korban meninggal maupun selamat dirujuk di tiga rumah sakit, RSUD, RS Hasanah dan RS Sakinah," jelasnya.
Sebanyak 14 korban tewas dan 10 korban selamat akibat menenggak arak oplosan menggelar pesta di beberapa tempat berbeda. Korban tewas merupakan total meninggal dari hari sebelumnya hingga hari ini yang berhasil dikantongi Polres Mojokerto Kota.
Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol Nurhadi santoso mengatakan, hasil dari interogasi terhadap korban yang masih hidup, didapat data dan keterangan bahwa mereka minuman bertempat di lima lokasi berbeda. "Ada yang minum-minim di Jayanegara, Sooko, Mertex, Balongrawe Baru, Mentikan dan Kemlagi," ungkapnya, Minggu (05/01/2013).
Menurut Waka menjelaskan, jenis minuman yang dikonsumsi adalah minuman yang sama, yakni jenis arak. Namun dari beberapa keterangan korban ada yang dicampur dengan kopi, ada yang dicampur minuman penambah stamina maupun soda. "Dari pendataan awal secara keseluruhan didapat data bahwa korban sebanyak 24 orang dengan kondisi meninggal dunia sebanyak 14 orang dan masih hidup sebanyak 10 orang. Mereka dirawat di empat rumah sakit berbeda, dua wilayah Kota Mojokerto dan dua wilayah Kabupaten Mojokerto," jelasnya.
Sedangkan salah satu korban selamat akibat minum arak yang dioplos pada pergantian malam tahun baru lalu, Diki Ahmad. Warga Lingkungan Murukan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto mengaku masih pusing hingga saat ini. "Saya sendiri tidak tahu persis berapa orang yang ikut minum saat itu, seingat saya sekitar 30 orang yang ikut. Beberapa teman kerja saya, sebagian saya tidak kenal. Saya ikut minum saat malam tahun baru di depan Pabrik Mertex, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto," ungkapnya. (jpnn/udi)