Curi Tabung Elpiji Dimassa

MALANG POST - Amuk massa kembali terjadi di Kabupaten Malang, Minggu (5/1) siang kemarin, Sugeng, 40 tahun, warga Dusun Kampung Baru Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, bonyok dimassa. Dia ketahuan mencuri tabung elpiji melon tiga kilogram, di di rumah Malik, warga Dusun Song-Song, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.
“Pelaku diamakan di Mapolsek Singosari. Saat ini, pelaku masih dimintai keterangan dan diperiksa oleh penyidik,“ kata Kanit Reskrim Polsek Singosari AKP Untung kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Mulanya, tersangka berjalan kaki dan membawa karung mengelilingi kompleks Dusun Song-Song. Pelaku berhenti di depan rumah Sugeng karena melihat ada tabung elpiji melon dihalaman depan rumah.
Kondisi di sekitar rumah sepi, muncul ide jahatnya untuk mencuri tabung itu. Tersangka tidak kesulitan mengambil tabung itu, karena rumah Malik tidak ada pagarnya. Saat mengambil tabung tabung elpiji itulah, aksinya diketahui istri Malik yakni Nur, 41 tahun, yang keluar dari rumah kemudian meneriakinya maling.
Sontak, pelakupun mengambil langkah seribu alias kabur. Warga yang mendengar teriakan tersebut, kemudian mengejarnya hingga ke Jalan Raya Randuagung Gang 1 RT 04 RW 10 Desa Randuagung Kecamatan Singosari. Di tempat itulah, pelaku semakin terdesak. Karena sudah dikepung dari berbagai arah oleh massa yang marah.
Tanpa dikomando, ratusan massa dari dua desa tersebut langsung menghajar pelaku hingga babak belur dan berdarah-darah. Beruntung nyawanya bisa terselamatkan. Setelah Ketua RT 4 Joko Susilo bersama petugas Polsek Singosari melerai massa yang marah. Kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Singosari untuk diamankan.
“Jadi, pelaku berlari dikejar massa, dari Dusun Song-Song hingga ke RT 4 Randuagung Gang 1 ini. Karena khawatir terjadi apa-apa, saya langsung melapor ke Polsek Singosari,“ kata Ketua RT 04 Joko Susilo.
 Menurutnya, warga sudah gerah karena kerap kali kehilangan sejumlah barang sandal, burung sangkar, hingga sepeda motor. Sementara itu, tersangka nekat melakukan pencurian lantaran terdesak oleh kebutuhan ekonomi. “Saya butuh uang buat beli susu anak saya sama buat membayar kontrakan yang sebentar lagi mau habis. Saya kapok, tidak mau mengulanginya lagi,“ ujar Sugeng. (big/aim)
Keluarga Pupuh Swastomo Percayakan Ke Pengacara