Kajari : PPK Tak Ngerti Aturan

MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang menyatakan dugaan korupsi di Unikama tak perlu Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN). Hal ini berbeda dengan dugaan korupsi di UIN Maliki yang perlu PKKN ke BPKP Perwakilan Jawa Timur. Sebab, dalam kasus Unikama, semua dana dari Dikti dinilai total loss alias hilang semua.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Malang Munasim SH MH, kemarin. Menurut Munasim, Untuk Unikama tidak ada PKKN karena total loss mencapai sekitar Rp 2,45 miliar. Jika total loss, maka kejaksaan tak kerepotan mencari perhitungan kerugian negara.“Kalau yang UIN Maliki memang aliran dananya rumit, pandai,” jelasnya kepada Malang Post.
Ditambahkan, yang diperlukan kejaksaan saat ini adalah saksi ahli untuk Unikama. Kejari membutuhkan ahli yang bisa memberi penjelasan pengadaan barang dan jasa. Sejauh ini, ada Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek itu dinilai tak paham aturan.“PPK tidak ngerti aturan, karena tidak lulus sertifikat L2 (pengadaan) terkesan dipaksakan,” terangnya.
Terkait perkembangan kasus itu, Kejari masih menunggu kedatangan tersangka Amir Sutedjo mantan rektor. Hingga saat ini, Amir belum memenuhi panggilan kejaksaan. Sebab, pria ini menderita sakit dan masih dirawat di rumah sakit.“Semoga lekas sembuh dan bisa memenuhi panggilan kejaksaan,” harapnya.
Sejauh ini yang kooperatif ke kejaksaan adalah mantan pembantu rektor 1 Unikama Parjito. Pria itu telah dua kali diperiksa oleh jaksa Kejari dalam posisinya sebagai tersangka. Adapun yang diperlukan kejari saat ini adalah terkait saksi ahli mengenai pengadaan.
“Ya memang kita memerlukan saksi ahli, sedang kita tentukan,” imbuhnya.
Dalam kasus itu, Kejari telah mendatangkan mantan Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal. Fasli dimintai keterangan lantaran pada masa dana hibah Dikti itu, dirinya sebagai Dirjen Dikti. Pria itu juga cukup kooperatif dan memenuhi panggilan yang dilayangkan Kejari.“Jika dinyatakan masih perlu keterangannya, kami akan memanggil lagi yang bersangkutan,” ujar Munasim.(ary/nug)