Pick Up Angkut Orang, Denda Rp 250 Ribu

Kasatlantas AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, ketika menindak tegas kendaraan bak terbuka yang digunakan mengangkut orang.

KEPANJEN – Satuan Lalu Lintas Polres Malang, membuat peraturan tegas untuk kendaraan dengan bak terbuka dilarang mengangkut orang. Aturan ini menindaklanjuti kasus kecelakaan maut yang menewaskan 18 orang di Trongas Probolinggo, pada 28 Desember 2013 lalu. Bagi yang melanggar, polisi sabuk putih ini tidak akan segan untuk menindak tegas.
“Sebetulnya larangan kendaraan bak terbuka digunakan mengangkut orang seperti pick up atau truk itu, sudah lama ada. Namun paska kejadian di Trongas, larangan itu kami tegaskan lagi dan tanpa ada ampun bagi yang melanggar,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto.
Dwi mengatakan, di wilayah Kabupaten Malang kendaraan bak terbuka yang masih melanggar peraturan ini sangat banyak sekali. Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh anggota yang melakukan patroli di jalan, untuk menindak tegas jika memang menemukan kendaraan bak terbuka yang melanggar aturan.
“Untuk kendaraan bak terbuka yang melanggar akan kami tindak tegas berupa tilang. Itu sesuai denhgan pasal 303 jo 137 Undang-undang nomor 22 tahun 2009, dengan denda sebesar Rp 250 ribu,” ujarnya.
Selain kendaraan bak terbuka, Satlantas Polres Malang juga membuat peraturan larangan knalpot brong untuk sepeda motor. Serta larangan menggunakan bentor (becak motor) melintas di jalan raya. Jika ditemukan, lagi-lagi polisi juga tidak akan segan untuk menindak tegas. “Untuk knalpot brong ini, pasalnya 285 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 dengan denda sebesar Rp 250 ribu,” katanya.
Dwi menambahkan, selain terus menggalakkan operasi rutin di jalan raya, peraturan larangan kendaraan bak terbuka ini, juga disosialisasikan lewat spanduk yang dipasang di 18 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.(agp/aim)