Minum Miras Oplosan, Mata Arief Terancam Buta

MALANG POST - Dari tiga pasien korban minuman keras jenis yang dioplos, M Arief (16) terancam mengalami kebutaan. Dampak miras oplosan atau yang dikenal dengan sebutan cukrik yang diminum warga Balongrawe, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, berdampak pada matanya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Dr Sahid Suparasa mengatakan, korban datang dalam kondisi tak sadarkan diri. "Dari pengakuan korban, dia konsumsi cukrik bersama delapan orang temannya di rumahnya, dia ingat mengkonsumsi tiga botol air mineral cukrik sehingga saat dibawa kesini kondisinya tak sadarkan diri," ungkapnya, Senin (6/1/2014).
Dr Sahid menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan konsultasi dengan dokter mata, namun secara teoritis untuk kembali pada pisisi retina awal sangat sulit. Saat ini dirawat di ruang Jayanegara 4 RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. Satu korban yang cukup bagus kondisinya yakni, Asidikin (24). Warga Suromurukan, Kota Mojokerto ini dirawat diruang Jayanegara 3 rumah sakit yang sama.
Korban penenggak minuman keras jenis arak yang dioplos saat pergantian tahun baru lalu, terus berjatuhan. Setelah Totok Arianto (37), kini giliran Binarto (38), warga Sinoman gang 8, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang melayang nyawanya. Total korban meninggal dalam peristiwa ini mencapai 17 orang.  
Efendi Novianto menjadi korban ke-17 akibat menenggak minuman keras jenis arak yang dioplos pada perayaan pergantian tahun baru, lalu. Korban sebelumnya tidak masuk dalam daftar yang dirawat di empat rumah sakit berbeda tersebut.
Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol Nurhadi Santoso mengatakan, korban merupakan korban ke-17 yang tewas akibat cukrik. "Korban tewas sampai saat ini berjumlah 17 orang, korban merupakan warga Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto," ujarnya.
Waka menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan nama korban ke-17 yang tewas tidak terdaftar namun diketahui korban sempat dirawat di RS Muhammadiyah Hasanah, Kota Mojokerto. Sebelumnya, sebanyak 16 korban sempat menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. 12 di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, di RS Muhammadiyah Hasanah, Kota Mojokerto sebanyak tiga korban tewas.
Di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto satu orang tewas serta terakhir Efendi Novianto. Saat ini, total korban selamat ada delapan orang. Dua di RSI Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tiga di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, dua di RS Muhammadiyah Hasanah, Kota Mojokerto dan satu dibawa ke RSUD Saiful Anwar Malang. (jpnn/udi)

Suami Istri Penjual Miras Oplosan Ditangkap Polisi
Pasangan suami istri, Roni dan Nur Aini warga Kedungsari RT 01 RW 02, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto diamankan polisi. Diduga pasangan suami istri merupakan penjual minuman keras (miras) yang dibeli para korban.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Luwi Nur Wibowo mengatakan, keduanya merupakan penjual miras yang diperoleh dari seseorang di Solo, Jawa Tengah. "Puluhan jiregen arak dan delapan jenis bahan baku pembuatan arak oplosan juga kita amankan," ungkapnya, Senin (06/01/2013).
AKP Luwi Nur Wibowo menjelaskan, keduanya masih diperiksa termasuk barang bukti yang diamankan arak dan delapan jenis bahan baku pembuatan miras oplosan. Pihaknya masih melakukan penyilidikan, jika keduanya mengarah ke tersangka, maka keduanya terancam Undang-undang Pangan dan Kesehatan RI dengan ancamaan diatas 10 tahun.
Meski dari keterangan korban yang selamat, korban membeli miras dari kedua pasutri tersebut. Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiji Suwartini membenarkan, jika anggota telah mengamankan pasutri penjual miras dengan barang bukti berupa beberapa jirigen arak dan delapan jenis bahan baku pembuatan arak oplosan. "Keduanya kita amankan tadi malam beserta barang bukti, keduanya masih dalam pemeriksaan penyidik karena baru kami amankan tadi malam. Selain mengamankan pasutri tersebut, anggota juga merazia sejumlah warung dan kafe di Kota Mojokerto yang menjual miras. Anggora sementara menyita lebih dari 400 liter miras, terutama jenis arak," jelasnya.
Sebelumnya, korban penenggak minuman keras jenis arak yang dioplos saat pergantian tahun baru lalu, terus berjatuhan. Setelah Totok Arianto (37), kini giliran Binarto (38), warga Sinoman gang 8, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto hingga total korban dalam sepekan mencapai 17 orang. (jpnn/bj/udi)