Awal Tahun Bekuk Lima Pelaku Curanmor

KEPANJEN – Awal tahun 2014 menjadi komitmen Polres Malang untuk meningkatkan kinerjanya. Buktinya, pekan pertama di tahun 2014, Reskrim Polres Malang menggulung beberapa aksi kejahatan mulai dari pencurian kendaraan bermotor sampai judi togel. Enam pelaku tindak kriminal ditangkap.
Keenam tersangka itu, masing-masing Faizal, 49 tahun warga Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, yang diduga menjadi pengecer togel. Sementara lima pelaku lain, masing-masing Ardi Setiawan, 19 tahun warga Desa Tlogomas, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Andik Wijayanto, 24 tahun warga Desa Pamotan, Kemacatan Dampit, yang merupakan satu kawanan curanmor.
Agus, 24 tahun warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir dan Eko, 24 tahun warga Dusun Tebo, Desa/Kecamatan Tajinan, yang diduga satu pelaku penadah pencurian. Serta, Darmaji, 23 tahun warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, yang merupakan pelaku curanmor tunggal.
Dari penangkapan itu, selain berhasil mengamankan uang tunai dari judi togel, petugas diamankan sedikitnya delapan unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan pelaku sampai sarana aksi menjalankan kejahatan. Sejumlah kendaraan itu, diantaranya dua motor Satria N 4585 JE dan N 3987 DB, Beat N 4457 IE, Revo N 2263 BM, Spin L 5518 YW dan tiga unit Revo masing-masing N 3431 GA, N 3934 DC dan N 3869 IH.
“Dari penangkapan ini anggota masih terus melakukan pengembangan kepada pelaku-pelaku lain yang diduga sebagai kawanannya. Target dari pengembangan, tentu meminimalisir tindak kejahatan serupa di wilayah hukum Polres Malang,” kata Kasatresrim Polres Malang, AKP M Aldy Sulaeman.
Ditambahkannya, dari enam pelaku yang berhasil dibekuk, dua diantaranya adalah residivis tindak kejahatan serupa. Dua pelaku itu masing-masing Ardi Setiawan dan Andik Wijayanto.
 “Kedua pelaku itu baru sebulan kemarin keluar LP,” terangnya.
Dari pemeriksaan enam tersangka, pelaku tidak mengelak dengan tuduhan yang disangkakan oleh penyidik. Seperti Eko dan Agus, membeli motor Suzuki Satria N 3987 DB yang asal-usul kendaraannya tidak jelas.
“Saya membeli motor yang diamankan itu setelah diberitahu Agus. Sementara Agus, hanya mengantarkan saya kepada pembeli yang dipanggil Heri. Motor tersebut saat itu dijual murah,” ujar Eko. (sit/aim)