Eksepsi Ditolak, Siapkan Saksi Meringankan

MALANG - Notaris Luluk Wafiroh, SH, SpN masih belum bisa bernafas lega. Dia yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, harus menelan ‘pil’ pahit karena eksepsi (sanggahan) yang diajukan kuasa hukumnya, Dwi Endro Tito, SH ditolak oleh majelis hakim yang diketuai Lindi Kusumaningtyas SH, MH dalam sidang putusan sela kemarin. Menurut mantan Ketua PN Sampang tersebut, perbuatan Luluk dianggap sudah memenuhi unsur penipuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP.
Seperti diketahui, Luluk dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang Kota beberapa bulan lalu karena dianggap tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan jual beli tanah seluas 6.313 m2 milik almarhumah Tirah di Jalan Akordion Utara Malang,. Selain dianggap wanprestasi, dia juga dianggap melakukan penggelapan sertifikat tanah hak milik bernomor 1714 yang sekarang dimiliki lima ahli waris almarhumah Tirah, yakni Condro, Poniti, Lasmini, Suradi dan Laseni. Semua ahli waris tersebut tinggal di Jalan Akordion Malang.    
“Dakwaan yang dibacakan jaksa sudah memenuhi syarat sesuai pasal-pasal tersebut,” terang mantan hakim PN Balikpapan ini. Namun majelis hakim, lanjutnya masih mempertimbangkan pengajuan penangguhan penahanan dan permohonan uang jaminan senilai Rp 358.500.000 pihak Luluk.  Lindi juga menyatakan, eksepsi kuasa hukum yang menyatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arie Kuswadi SH melanggar Pasal 143 (2) KUHAP juga tidak bisa dibuktikan. “Jaksa tidak cermat atau teliti dalam menyusun surat dakwaan,” tuding Tito. Menurutnya, dalam perkara jual beli tanah itu, bukan kliennya yang harus duduk di kursi terdakwa.
“Melainkan Bambang Sugiono dan Nunik Indah Rini karena keduanya yang mengatur jual beli tanah tersebut,” papar dia kepada Malang Post. Meski demikian, Tito mengaku sudah memiliki saksi yang bakal meringankan kliennya yang berkantor di Jalan Cengger Ayam Malang itu. “Saya sudah pegang kartu truf dan akan saya beberkan pada saat pembuktian di sidang berikutnya. Sebab, kami tetap berpedoman bahwa kasus ini murni perdata, bukan pidana,” pungkasnya. (mar)