Bank Mandiri Tingkatkan Keamanan

MANAJEMEN Bank Mandiri Malang, belum berani berkomentar terlalu banyak, terkait pengeboman di salah satu ATM miliknya, yang berada di antara halaman Rumah Makan Pak Sholeh dan pabrik kaleng PT. Arthawena, Karangploso.  
Salah satu alasannya, masih menunggu keterangan lengkap dari pihak kepolisian. Branch Manager Bank Mandiri Wachid Hasyim Malang, Wahyu Nurdjoko mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan kepolisian mengenai runtutan kejadian tersebut.
Apalagi menurutnya, Area Manager Bank Mandiri Malang, Ketut Suarsa sedang berada di luar kota. Sehingga begitu mendapatkan pemberitahuan dari polisi, dia hanya melakukan peninjauan bersama beberapa manajemen Bank Mandiri sembari berkordinasi mengenai langkah yang harus dikerjakan. ‘’Begitu kejadian, petugas keamanan atau satpam Bank Mandiri terdekat sudah mendapatkan laporan untuk datang juga ke lokasi,’’ terangnya.
Meski demikian, Wahyu mengakui semua yang diperlukan oleh kepolisian untuk proses penyelidikan sudah diserahkan. Misalnya saja CCTV dari  dalam ATM dan brankas penyimpanan uang di mesin ATM.
Bank Mandiri Malang sendiri, dilanjutkannya, belum memikirkan mengenai jumlah kerugian. ‘’Nantinya begitu proses penyidikan sudah berakhir, baru kami bisa menentukannya. Justru saat ini kami fokus pada langkah pencegahan,’’ ungkap dia.
Salah satunya dengan memberikan pengawasan intensif di lokasi ATM Bank Mandiri lainnya yang tersebar di Malang Raya. ‘’Saat ini ada 200 lebih ATM Mandiri tersebar di Malang Raya. Kami justru berfokus agar kejadian ini tidak terjadi lagi dengan pemantauan lebih ketat serta menyosialisasikan ke cabang-cabang lain tentang kejadian ini untuk memaksimalkan security sebagai penjagaan utama.  Kami juga lebih mewaspadai kemungkinan pembobolan ATM dan permasalahan lain,’’ tegas Wahyu.
Sedangkan Kabag Bisnis ATM Mandiri Malang, Pernadi hingga semalam tidak bisa dikonfirmasi. Menurut Abu Hanif, tim kerja di unit bisnis ATM, atasannya tersebut sedang tidak berada di tempat.
Informasinya, selain memberikan keterangan kepada polisi, dia juga melanjutkan koordinasi dengan kantor wilayah Bank Mandiri di Surabaya, dan cabang-cabang lain.
Pantauan Malang Post, usai olah TKP pukul 12.00, pihak Bank Mandiri langsung mengambil dan mengamankan lima boks berisi uang nominasi Rp 50.000 dari ATM tersebut. ‘’Jumlahnya ada sekitar Rp 37 jutaan,’’ bisik salah satu pegawai Bank Mandiri yang enggan menyebutkan namanya tersebut.  (mik/ley/mar)