Pengecer Ditangkap, Bandar Kapan ?

PUJON - Bisnis judi togel, memang mengiurkan walaupun haram. Resikonya pun, harus iklhas pindah tidur di ruang tahanan polisi maupun Lapas. Halnya  Yoyok Abdul Mujid, 43 tahun warga Desa Pujon Lor Kecamatan Pujon, yang ditangkap polisi juga gara-gara menjadi pengecer togel. Tiga tersangka sama pun, ikut digulung.
Yoyok tertangkap di rumahnya ketika menulis nomor togel, yang dipesan penombok melalui SMS. Polisi pun menyita barang bukti uang Rp300 ribu, kertas rekapan dan HP berisi SMS nomor pesanan togel.’’ Saya baru seminggu ini, berjualan togel,’’akunya klasik.
Sementara tiga tersangka lainnya yang juga diringkus terpisah oleh petugas dari jajajran Polres Batu, Misnadi, 43 tahun warga Jalan Agus Salim, Tri Yuwono, 29 tahun warga Jalan Terusan Agus Salim Kota Batu, dan Ngatrum warga Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang.
Misnadi dan Tri, yang sama-sama bekerja sebagai kuli bangunan, dan Ngatrum sang  petani ini, ngaku terpaksa menggeluti togel karena tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga. Dari ketiganya, polisi menyita uang Rp582.000.
Ngatrum mengaku sudah menggeluti togel sejak dua tahun lalu, lantaran selain kerjannya ringan komisi yang didapat pun juga lumayan.
‘’ Karena sudah terbiasa selama dua tahun main togel, jadi sulit bagi saya untuk meninggalkannya. Itu karena cara mendapatkan uangnyapun sangat gampang, dan tak jarang saya juga selalu nomboki pelanggan yang tidak bayar,’’akunya.
Kasubag Humas Polres Batu, AKP M. Yantofan menyatakan, bahwa polisi berhasil menggulung keempat tersangka itu, atas keaktifan warga yang memberikan informasi.‘’ Bandar dari empat tersangka ini berbeda, makanya kami kesulitan meneruskan kasus ini untuk meringkus bandarnya masing-masing. Apalagi mereka juga menutupi jati diri bandar,’’paparnya. (mik/lyo)