Bom ATM Diledakkan Rokok

MALANG – Sehari setelah peledakan bom di bilik ATM Bank Mandiri di Karangploso, polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Informasi itu didapatkan dari hasil rekaman CCTV.
Dalam rekaman tersebut, pelaku berbadan tegap, memakai helm standart Honda warna hitam. Pelaku memakai celana jeans warna abu-abu, kaos oblong warna putih, ada gambar kotak-kotak di bagian depan serta lengan kaos berwarna biru.
‘’Dari rekaman CCTV itu, tinggi pelaku sekitar 165 cm dan agak kurus. Sayang wajahnya tidak terlihat jelas, karena memakai helm dan selalu menunduk. Hanya satu pelaku saja. Yang satu pelaku lagi tidak terekam,’’ ujar Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta di lokasi ledakan, kemarin.
Rekaman itu juga ‘bercerita’ detail bagaimana teroris meledakkan ATM. Diawali pelaku masuk ke dalam bilik ATM dengan menundukkan kepala.
Di tangan kanannya membawa tas plastik (kresek) warna putih, yang didalamnya diduga berisi bom. Saat masuk ATM, teroris itu juga memegang rokok yang menyala.
Saat berada di dalam ATM, pelaku meletakkan tas kresek itu di samping kanan mesin ATM. Sebatang rokok yang semula dipegang, diputus menjadi dua. Potongan rokok yang ada bara apinya, diletakkan di atas kotak yang dibawanya. Sedangkan sisa potongan lainnya, ikut dibawa kabur pelaku.
Potongan rokok yang ada bara api itulah, yang diduga menjadi penyulut sumbu pada bom tersebut. ‘’Jeda waktu antara pelaku menaruh bom, dengan terjadinya ledakan tidak lama. Kurang dari tiga menit. Setelah ada tanda-tanda bom akan meledak, pelaku terlihat kabur ke barat dengan sepeda motor,’’ jelas sumber Malang Post dikepolisian, yang juga dibenarkan oleh Adi Deriyan.
Dari hasil rekaman itu, polisi juga tengah membuat sketsa wajah pelaku, untuk disebar ke masyarakat. Hanya saja, untuk membuat sketsa wajah, Kapolres Malang mengaku masih terus menggali beberapa informasi dari keterangan saksi. Apalagi, dari informasi yang diperoleh Malang Post, ada salah satu saksi warga yang mengatakan sempat melihat wajah dari pelaku.
‘’Kami masih akuratkan seberapa persen kemiripan wajah pelaku. Karena untuk membuat sketsa wajah ini tidak mudah. Apalagi, pelaku saat itu juga memakai helm,’’ kata Adi.
Seperti diberitakan sebelumnya, bom meledak pada pukul 02.15 lewat 56 detik. Akibat ledakan bom jenis low explosive, pintu serta dinding kaca ATM hancur berantakan. Serpihan kaca dari ATM bank plat merah tersebut terpental hingga sejauh 20 meter. Untungnya, tidak ada korban jiwa dan luka akibat kejadian ledakan bom itu.
Mengamati dan menganalisa peristiwa ledakan bom tersebut, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengatakan, pelaku pengeboman adalah profesional. Meskipun daya ledak dari bom rakitannya itu tidak begitu besar.
‘’Kalau saya mengatakan, pengeboman itu di ATM itu, bukan karena coba-coba. Sekalipun metode atau cara meledakkan dengan menggunakan sumbu yang disulut rokok. Saya bisa mengatakan, kalau pelaku adalah profesional, karena bisa membuat bom,’’ terangnya.
Karena itulah, Polres Malang terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur. Bahkan, Tim Densus 88 Mabes Polri, kabarnya juga sudah dilibatkan untuk memburu pelaku pengeboman ATM milik Bank Mandiri.
Bahkan kemarin, AKBP Adi Deriyan bersama dengan tim Polres Malang serta Polda Jatim, kembali mendatangi lokasi kejadian. Tujuannya selain mencari bukti baru, juga mencari keterangan saksi-saksi baru yang ada di sekitar lokasi.
Sejauh ini, Polres Malang telah memeriksa sembilan orang saksi. Empat saksi adalah satpam dari PT Arthawena, rumah makan Pak H Sholeh serta dari BPR Sukorejo Makmur. Sementara lima saksi lain, yaitu tiga dari masyarakat sekitar dan dua saksi lagi dari pihak provider ATM Bank Mandiri.
‘’Hasil keterangan saksi-saksi serta data-data yang kami peroleh, akan langsung kami sampaikan ke Polda Jatim. Selanjutnya untuk segera dilakukan kerjasama dengan tim Densus 88, dalam mengungkap kasus peledakan itu,’’ tandasnya.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Malang Post, Kamis (9/1) pasca kejadian ledakan tersebut, Polsek Singosari menemukan sebuah sepeda motor Honda Vario warna hitam tak bertuan. Sepeda tersebut ditemukan di sebuah ladang tebu di wilayah Kecamatan Singosari.
Saat ditemukan polisi, sepeda motor Honda Vario itu kondisinya masih bagus. Hanya mengalami kerusakan pada bagian dek depan. Nomor mesin (nosin) serta nomor rangka (noka) kendaraan sudah dirusak.
Hanya saja, apakah ada kaitannya dengan kendaraan milik pelaku, masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan menyelidikan.
‘’Saya tidak tahu apa ada kaitannya dengan kasus ledakan ini atau tidak. Yang jelas sepeda motor itu sekarang diamankan di Mapolsek Singosari,’’ kata salah satu anggota.

Kirim Peringatan untuk Pemerintah
MALANG – Peledakan bom di ATM Bank Mandiri, dilakukan bukan tanpa maksud. Termasuk lokasi teror, juga sudah diperhitungkan masak-masak. Bahkan dipilihnya ATM milik bank pemerintah itu, bisa jadi sebuah peringatan untuk pemerintah.
Belum lagi, lokasi peledakkan juga tidak terlalu jauh dari kantor aparat keamanan. Yakni dekat dengan Mapolsek dan Makoramil Karangploso. Termasuk dekat dengan salah satu tangsi militer lainnya.
Karena itulah, Ketua Komisi III DPR RI, DR Pieter C Zulkifli SH MH, meminta polisi, untuk menuntaskan persoalan tersebut dan menangkap pelakunya.
‘’Karena Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar milik BUMN. Milik pemerintah. Bisa jadi itu sebuah ancaman untuk pemerintah. Jadi, jangan sampai ditanggap enteng. Karena peledakan itu, berpotensi meningkatkan kerusuhan bahkan gejolak, yang dapat mengancam keselamatan warga Arema khususnya,’’ ujar Pieter, kepada Malang Post, kemarin.
Pieter yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat ini, mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Dia berkali-kali mendesak, agar kepolisian untuk mengusut tuntas peledakan bom itu.
‘’Kita tidak akan mentolelir gerakan-gerakan yang dapat membuat gaduh kenyamanan dan ketenangan, serta kemaslahatan, khususnya Malang Raya. Oleh karena itu, sekali lagi, saya sampaikan, saya mendesak Polri untuk secepatnya menangkap pelakunya,’’ tandasnya.
Terkait dengan kemungkinan pelakunya adalah orang profesional, menurut Pieter, justru tidak harus orang profesional, untuk bisa meledakkan bom. Mungkin saja, peledaknya adalah seorang amatir.
‘’Tapi apapun itu, aparat berkewajiban membongkar persoalan ini dan mengungkap apa motif perbuatan tersebut. Apalagi ini mendekati pemilu. Apa tidak mungkin, peledakkan itu, merupakan sebuah ancaman untuk mengacaukan persiapan pemilu,’’ papar pria yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif ini.
Sebagai wakil rakyat yang asli orang Malang, Pieter benar-benar mengaku prihatin. Dia juga berharap, agar warga Malang Raya, untuk terlibat aktif dalam ikut menjaga kondusifitas keamanan.
‘’Tolong waspadai adanya gerakan-gerakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan warga Malang. Jika menemukan hal aneh, segera laporkan polisi,’’ sebutnya.

(agp/avi)