Maling Motor Tewas Dimassa

WAJAK – Masyarakat ternyata banyak yang belum sadar tentang hukum. Faktanya, masih saja ada aksi main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan. Parahnya lagi, pelaku yang dihakimi sampai meregang nyawa. Seperti yang terjadi kemarin siang, satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor di Dusun Pakem, Desa/Kecamatan Wajak tewas setelah menjadi sansak hidup warga.
Pelaku yang semula identitasnya Mr X, diketahui bernama Budiono, warga Dusun Putuk, RT15 RW03, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo. Pria kelahiran 5 Agustus 1983 ini, meregang nyawa saat dalam perawatan di RSSA Malang, sore kemarin pukul 16.10. Sedangkan seorang pelaku lagi, berhasil kabur dari kejaran massa.
“Sebelum meninggal, kondisi pelaku Budiono memang sempat kritis dan tak sadarkan diri. Dia sempat dibawa ke RS Bokor Turen, tetapi karena rumah sakit tidak sanggup menangani lalu dirujuk ke RSSA Malang. Dalam perawatan itu, dia meninggal dunia. Sementara untuk pelaku yang kabur sedang kami selidiki identitasnya,” ungkap Kapolsek Wajak, AKP Sardikan.
Aksi pencurian yang berujung amuk massa ini, terjadi sekitar pukul 10.00, kemarin. Korban pencurian adalah Samid, 57 tahun, warga Dusun Pakem, RT14 RW02, Desa/Kecamatan Wajak. Ceritanya, pagi sekitar pukul 08.00, korban bersama anaknya berangkat ke sawah untuk memberi pupuk tanamannya. Dia berangkat dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra X nopol N 5241 CY.
Setiba di tujuan, korban lalu memarkir motornya di pinggir sawah, kemudian bersama anaknya langsung menuju ladang untuk ngemes (memberi pupuk) tanamannya. Saat ditinggal tanpa diawasi inilah, sekitar pukul 10.00, datang dua orang berboncengan sepeda motor Honda Revo N 3021 JL.
Selanjutnya, salah satu pelaku, mengambil sepeda motor korban dengan merusak kunci kontak menggunakan alat kunci T. Begitu berhasil dibuka, pelaku berniat kabur. Namun apes, belum sempat kabur jauh, aksi mereka diketahui korban yang kemudian mengejar sembari berteriak maling.
Mendengar teriakan korban, warga lalu berdatangan yang kemudian ikut mengejar. Hasilnya, begitu berhasil ditangkap, pelaku langsung dihakimi ramai. Bahkan sepeda motor Honda Revo yang dijadikan sarana beraksi dibakar warga hingga hangus. Sementara satu pelaku lain, berhasil lolos dari kejaran warga.
Tak lama setelah pelaku babak belur dihajar massa, petugas Polsek Wajak yang mendapat laporan datang ke lokasi untuk mengamankan. “Untuk barang bukti yang kami amankan, yaitu sepeda motor milik pelaku yang dibakar. Sepeda motor Honda Supra milik korban yang dicuri, HP Cross serta dompet yang diduga milik pelaku,” jelas Sardikan.(agp/han)

Residivis Baru 4 Bulan Bebas
Sementara itu, terungkapnya identitas Budiono ini, bermula dari petugas Polsek Wajak yang menginformasikan ke petugas Polsek Poncokusmo bahwa ada pelaku curanmor dimassa yang diduga warga Poncokusumo. Dari informasi itu, bersama perangkat desa petugas lalu memastikan kebenarannya dengan mendatangi kamar jenazah RSSA Malang.
“Setelah kami lihat, memang benar dia adalah Budiono warga kami,” ujar Karjo, Kepala Dusun Putuk, kepada Malang Post saat ditemui di kamar jenazah RSSA Malang, semalam.
Dari track recordnya, Budiono diketahui tidak hanya sekali ini melakukan aksi pencurian. Sebelumnya pada 2007, bapak dua anak ini pernah berurusan dengan petugas Polsek Poncokusumo, karena kasus pencurian tabung. Kemudian pada 2011 lalu, ia juga terlibat kasus pencurian sepeda motor di beberapa TKP di wilayah Kabupaten Malang.
Saat itu, dia  ditangkap petugas Polsekta Blimbing dengan barang bukti puluhan sepeda motor yang disimpan dalam gudang. Namun setelah diperiksa, dilimpahkan ke Polsek Tumpang karena TKP pencurian banyak terjadi di wilayah Kecamatan Tumpang. Budiono sendiri, baru bebas dari LP Lowokwaru sekitar empat bulan lalu.
“Sebetulnya dia (Budiono, red) ini di kampung orangnya baik. Dia tidak pernah membuat onar atau melakukan pencurian di kampung. Tadi pagi (kemarin, red) sebelum diketahui mencuri dan dihajar massa, dia berpamitan pada istrinya kalau mau membeli mes (pupuk tanaman),” terang Kepala Desa Ngadireso, Mugiono.
Jenazah Budiono, lanjut Mugiono, malam kemarin setelah dimintakan visum akan langsung dibawa pulang. Kemungkinan baru pagi ini, jenazahnya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Ngadireso.(agp/han)