Tiga Perampok Setrum Peternak Burung

MALANG- Wilayah Sawojajar kembali menjadi bulan-bulanan perampok. Jumat (10/1) pukul 17.00, tiga perampok mendatangi rumah Heri Mulyanto, 35 tahun di Jalan Danau Limboto A4 Sawojajar Malang. Berpura-pura hendak membeli burung, mereka malah menyekap dan menyiksa peternak burung Cucakrowo ini dengan menggunakan alat setrum portabel. Satu pelaku berinisial HW, 30 tahun, warga Sukun, Gempol berhasil ditangkap warga dan dihajar. Sedangkan dua pelaku lainnya masih menjadi buruan petugas.
Menurut Sri Wahyuni, 40 tahun, istri Heri, dua hari sebelum peristiwa itu terjadi, rumahnya memang didatangi seorang calon pembeli. Kepada suaminya, laki-laki itu mengaku hendak membeli burung Cucakrowo untuk diternakkan. “Setelah itu, mereka bertiga datang Jumat kemarin, saat saya hendak pergi ke acara PKK bersama dua anak saya. Ternyata, suami saya disiksa begitu salah seorang diantaranya memberikan kode dengam batuk-batuk,” tuturnya.
Leher Heri, lanjutnya, dikalungi celurit dan seorang pelaku langsung menyetrumnya berulangkali.  Kaki dan tangannya diikat dengan kabel dan tali tambang. Sementara mulutnya dibungkam dengan lakban sambil terus menyetrum dan memukul hingga akhirnya Heri berpura-pura pingsan.  Seketika, mereka beraksi dengan mengambil lima burung Cucakrowo dan satu unit tablet seharga Rp 8 juta. “Suami saya akhirnya melepaskan lakban dan berlari ke jalan sambil teriak minta tolong. Dua orang yang sudah di atas motor kabur meninggalkan pelaku (HW) yang bawa celurit dan setrum,” ungkap ibu tiga anak ini.
HW pun berusaha menakuti warga yang hendak menangkapnya dengan celurit. Namun saat hendak lari, dia terjatuh. Seketika, warga yang sudah marah langsung menangkapnya dan memukulinya hingga babak belur. Dia pun diikat di salah satu pos jaga sebelum anggota Polsekta Kedungkandang datang menjemputnya. Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono mengatakan, dua pelaku yang kabur masih dikejar anggotanya. “Kami mengamankan helm, celurit, kabel, tali tambang dan alat setrum dari tersangka HW. Diduga kuat, para pelaku ini juga melakukan aksinya di tempat lain,” terangnya. (mar)