Diduga Markas Teroris di Malang

MALANG – Hingga hari ketiga, pasca peledakan ATM Bank Mandiri di Karangploso, polisi masih kesulitan mengungkap identitas teroris. Sekalipun Mabes Polri mengungkap, peledakan itu lebih ke arah tindakan teror, ketimbang perampokkan ATM.
Termasuk untuk membuat sketsa pelaku, meski sudah terekam kamera CCTV, polisi juga butuh waktu. Kapolres Malang, Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengakui kesulitan membuatnya. Butuh pendalaman.
Alasannya, dalam rekaman CCTV yang diamankan, wajah pelaku terlihat samar dan tidak jelas karena tertutup helm. Itulah sebabnya, dari sembilan saksi yang sudah diperiksa, untuk mengungkap wajah pelaku, beberapa diantaranya akan diundang kembali untuk mendapatkan keterangan tambahan.
Seperti di Mapolsek Karangploso, markas kepolisian yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi peledakkan, kemarin ada dua warga yang kembali melihat rekaman CCTV.
‘’Tujuannya, agar mempermudah penyelidikan. Karena keterangan dari masyarakat, sangat kami perlukan,’’ ujar Kapolsek Karangploso AKP Sugeng Herdianto SH kepada Malang Post, kemarin.
Hanya saja, lagi-lagi polisi harus membentur dinding. Dua warga yang melihat rekaman itu, juga masih sulit mengidentifikasi teroris. Alasannya juga sama, dia menggunakan helm, posisi wajah tertunduk dan terlihat menghindar dari kamera.
Yang diketahui hanya ciri-ciri pelakunya menggunakan jaket jeans abu-abu, kaos oblong warna putih ada gambar kotak-kotak bagian dalam, serta lengan kaos warna biru. Selain itu, berbadan kurus dengan tinggi sekitar 165 cm.
Tetapi dari identitas samara yang terekam CCTV tersebut, beberapa sumber Malang Post memprediksi, teroris itu bersembunyi, atau berangkat untuk melakukan pengeboman, tidak jauh dari lokasi.
Indikasinya dari analisa rekaman CCTV, tentang pakaian yang digunakan pelaku. Yaitu pelaku hanya memakai kaos tanpa mengenakan jaket.
‘’Kalau tempat persembunyian pelaku jauh dari lokasi, pasti memakai jaket. Sebab dini hari saat kejadian, kondisinya sangat dingin sekali. Tetapi dari rekaman CCTV, pelakunya hanya memakai kaos oblong. Artinya tidak jauh dari lokasi,’’ tutur salah satu sumber Malang Post.
Prediksi itu semakin kuat, ketika polisi menemukan motor Honda Vario di kebun tebu di Singosari. Jika tidak lewat jalur umum, alias jalan raya, jaraknya hanya sekitar 2 km.
Kapolres Malang sendiri tidak mengelak, ketika ditanya kalau sepeda motor itu, berkaitan dengan kasus ledakan bom. Karena waktu ditemukannya motor tersebut, hanya berselisih beberapa jam pasca kejadian ledakan bom di ATM. Apalagi setelah ditemukan, motor itu juga langsung dililit police line.
Hanya saja, apakah benar sepeda motor tersebut milik pelaku, itu yang kini masih didalami? ‘’Kapolsek Singosari (AKP Decky Hermansyah, mantan Kasatreskrim Polres Malang, Red.), sudah saya tugaskan untuk menyelidikinya. Sekarang sedang digali apakah sepeda motor itu ada kaitannya. Karena saat ini kejelasannya masih putus-putus,’’ paparnya.
Tapi polisi benar-benar serius untuk mengungkap kasus tersebut. Bahkan seluruh Kanit Reserse dan Intelijen Polsek di jajaran Polres Malang, kemarin dikumpulkan.
‘’Mereka supaya tahu, di daerahnya telah terjadi satu bentuk kejadian peledakan bom di ATM. Karena tidak hanya menjadi tugas Reserse Polres Malang saja untuk mengungkap pelaku pengeboman, tetapi tugas semuanya,’’ ujar Adi Deriyan.
Para Kanit Reserse serta Intelijen ini, tidak hanya dijelaskan bagaimana kronologis terjadinya pengeboman yang berlangsung Kamis (9/1) dini hari lalu. Tetapi juga dilihatkan rekaman CCTV, yang merekam pelaku pengeboman. Bagaimana model serta tipikal dari pelaku.
Setelah mengamati rekaman CCTV yang dilihatkan berulang-ulang, sebanyak 60 Kanit Reserse dan Intelijen ini, langsung ditugaskan mencari informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan orang-orang yang dicurigai di wilayah Malang.
‘’Tugas mereka mulai hari ini (kemarin, Red.) sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Atau sampai pelaku teroris itu tertangkap baru selesai. Karena kami menganggap bahwa pelaku masih berkeliaran dan bersembunyi di wilayah Malang,’’ terang Adi.
Selain menggerakkan seluruh Kanit Reserse serta Intelijen, mantan penyidik KPK ini mengatakan bahwa dia juga meminta untuk melibatkan semua informan polisi yang ada di wilayah Malang Raya. Karena sekecil apapun informasi yang didapat, sekalipun itu adalah kabar burung diharapkan bisa untuk membantu penyelidikan.
‘’Yang terpenting sekarang ini semua kerja. Semua anggota Reserse selain menangani kasus di wilayahnya, juga bekerja mencari informasi sekecil apapun,’’ katanya. (agp/big/avi)

Markas Teroris di Malang?
Indikasi :
1.    Peledak ATM hanya menggunakan kaos oblong dan berangkat menggunakan motor. Jika jaraknya jauh, biasanya pakai jaket.
2.    Ditemukan motor tak bertuan di kebun tebu, berjarak sekitar 2 km.
3.    Polisi meyakini pelaku masih berada di Malang