Libatkan Densus 88 Hingga Binmas

MALANG – Polisi terus melakukan segala cara, untuk mengungkap kasus peledakan bom di bilik ATM Bank Mandiri, Kamis (9/1) dini hari lalu. Termasuk diantaranya, melibatkan Densus 88 anti teror hingga anggota Binmas, yang tersebar di desa-desa.
Bukan itu saja, polisi juga mulai mencari rekaman CCTV dari beberapa titik spot di sekitar lokasi. Seperti di toko-toko modern, yang ada di kawasan Karangploso. Harapannya, pelaku juga ikut terekam dalam CCTV tersebut, sebelum dan sesudah melakukan aksinya.
‘’Kami terus mengumpulkan rekaman CCTV yang terpasang di tempat lainnya di sektor Karangploso. Dengan harapan, pelaku sebelum melakukan aksinya, mampir ke pertokoan modern dan terekam oleh CCTV. Dari situ mungkin bisa mendapatkan gambaran wajah pelaku secara jelas,’’ jelas Kapolsek Karangploso, AKP Drs Sugeng Hardianto MM, kepada Malang Post, kemarin.
Hingga kemarin, polisi masih terus menyisir wilayah Malang Raya. Mereka menduga, pelaku masih berkeliaran di Malang. Sewaktu-waktu masih sangat mungkin melakukan aksi teror susulan.
Karenanya, Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta meminta kepada seluruh anggota Polres Malang, untuk mendata orang baru yang masuk Kabupaten Malang. Termasuk terus melakukan giat patroli pada tengah malam, di daerah-daerah yang sepi atau rawan terjadinya kejahatan.
’’Mudah-mudahan dengan menggerakkan semua anggota termasuk informan, keberadaan pelaku bisa diketahui. Karena saya beranggapan, pelaku masih ada di Malang. Sewaktu-waktu bisa saja membuat teror lagi. Oleh karena itu, sekarang yang penting anggota kerja dan selalu meningkatkan kewaspadaan,’’ jelasnya.
Mantan penyidik KPK ini mengatakan, saat ini Polres Malang bersama tim dari Polda Jatim dan Densus 88, juga tetap bekerja untuk mengungkap pelaku pengeboman ATM itu. ‘’Kami bekerja secara tim dan selalu berkomunikasi. Sekecil perkembangan apapun di lapangan akan langsung kami sampaikan,’’ katanya.
Untuk mengumpulkan informasi itulah, Kapolres meminta peran aktif Binmas. Di lapangan, Binmas bersinergi dengan militer melalui Babinsa. Keduanya menggalang informasi serta menggalarkan kekuatan, di masing-masing wilayahnya. Lantaran, yang mengetahui krateristik warga, merupakan Binmas dan Babinsa.
‘’Ada beberapa spot, titik dan wilayah yang mungkin tidak bisa dijangkau oleh anggota penyidik reskrim. Nah disitulah Binmas dan Babinsa, menjalankan perannya,’’ ujar perwira menengah dengan dua melati di pundaknya tersebut.
Terkait dengan ledakan itu sendiri, Kapolres kembali menegaskan, daya ledak bom di ATM Bank Mandiri tersebut adalah low explosive atau rendah. Hal itu diperkuat tidak ditemukannya bahan peledak TNT yang tertinggal.
‘’Bahan peledak mengandung unsur kandungan serbuk belerang dan florat. Tidak ada kandungan seperti TNT atau berbahan ledak medium atau high,’’ terangnya. (big/agp/avi)