Sales Gelapkan Uang Setoran Semen

SINGOSARI- Eko Teguh Sujati, 32 tahun, warga Perum Cipta Menggala RT 3 RW 5 Kota Surabaya, sejak akhir pekan kemarin mendekam dibalik Jeruji Mapolsek Singosari. Pria yang bekerja sebagai sales di PT Bumi Pembangunan Pertiwi (PT BPP) Singosari, ditangkap karena menggelapkan uang milik perusahaan senilai Rp 10 juta lebih.
Tersangka ditangkap atas laporan dari pimpinannya, Harsono SE, 55 tahun, warga Jalan Kebraon Tegal RT 2 RW 1 Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sebuah HP, dompet,  dan 11 faktur yang belum disetorkan ke perusahaan.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam pekerjaan serta jabatan yang ancaman hukumanya adalah lima tahun kurungan penjara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Singosari AKP Untung kepada Malang Post kemarin,
Informasi yang berhasil dihimpun, tersangka bekerja sebagai sales perusahaan distribrutor semen Holcim ini sejak setahun lalu. Awalnya, kinerja tersangka tidak ada masalah. Baru pada Kamis (2/1) dia berbuat ulah, yakni dengan tidak menyetorkan uang hasil penjualan semen Holcim yang dikumpulkannya dari 11 toko kepada perusahaan.
Aksi kejahatannya tersebut, akhirnya terendus juga. Tepatnya pada (10/1) ketika tersangka libur dan pekerjaanya digantikan oleh Fitri Rachmawati, 24 tahun, warga Titan Asri Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat itu, Fitri yang menemukan faktur fiktif atau tidak sesuai melaporkan kepada pimpinan Harsono SE.
Kemudian, Harsono SE seketika itu juga membuat laporan ke Mapolsek Singosari. Tidak mengetahui dirinya dilaporkan oleh manajemen, akhirnya tersangka dibekuk oleh petugas Reskrim Polsek Singosari, saat masuk kerja (11/1).
 Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku menggelapkan uang Rp Rp 10 juta lebih dari 11 toko. Uang tersebut merupakan hasil penjuala semen Holcim selama tujuh hari sepanjang tujuh hari terakhir selama bulan Desember 2013 kemarin.
“Saya baru sekali ini melakukan penggelapan. Sebelumnya saya juga tidak pernah tersangkut hukum,“ kata tersangka Eko. Dia melakukan perbuatan tersebut, dengan dalih tuntutan ekonomi dan terdesak hutang. (big/aim)