Pingin Kuat Begadang, Pilih Nyabu

BATU - Seorang penjual pakaian keliling, Arif Widianto, 39 tahun yang tinggal di Dusun Rukem Desa Bayem Kecamatan Kasembon, punya resep sendiri untuk bisa kuat melek atau begadang. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. Perbuatan itupun aman-aman saja, walaupun sudah dilakoni sejak 2010. Tetapi nyatanya justru tertangkap di Jalan Trunojoyo Kota Batu, Minggu malam lalu.
Keberadaan Arif di Jalan Tronoyo depan Hotel Palem malem itu, tak lain  sedang menggelar dagangannya. Malam itu sekitar pukul 23.20, Polres Batu juga sendang menggencarkan razia cipta kondisi dipimpin Kabag OPS Kompol Darmono, dan Pethek sapaan akrab bapak lima orang anak itupun ikut terjaring.
Dalam penggeledahan, di saku celananya ada bungkusan rokok yang di dalamnya tersimpan pipet dan silet. Pipet yang merupakan alat isap sabu inilah, yang mendorong polisi melanjutkan penggeledahan dan berhasil menemukan sepoket sabu.’’Saya nyabu agar tahan begadang, maklum kerjaan saya jualan pakaien keliling kota,’’aku Pethek, Senin kemarin.
Pria  yang memiliki dua istri inipun mengakui, bahwa dia sudah bisa membeli sabu dari seorang pemuda warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.”Saya beli seharga Rp1,5 juta per gram nya, dan setenga gram bisa dipakai selama 2 pekan. Biasanya saya nyabu sendiri, kadang bersama teman,’’akunya dengan tenang.
Polisi pun  pagi kemarin mengembangkan penangkapan itu, dengan memburu pengedar sabu halnya yang disebut Pethek. Namun pengejaran tersebut hingga petang kemarin tak membuahkan hasil. ’’ Saya yakin, teman saya itu sudah lebih dulu kabur, setelah mendengar saya tertangkap,’’tambah pria asal Blora ini.
Pethek yang langsung ditahan di Mapolres Batu itupun, terlihat tetap bugar walaupun selama tertangkap dia belum berkesempatan tidur nyenyak lantaran harus menjalani pemeriksaan berulangkali dari petugas Reskoba.” Memang tersangka ngaku sudah mengonsumsi sabu sejak tiga tahun lalu. Dan barang bukti satu poket sabu, juga bekas dia konsumsi,’’papar Darmono. (mik/lyo)