Polisi Tangkap Pemuda Misterius

MALANG – Ketika polisi tengah serius mengungkap kasus peledakan bom di ATM Mandiri, kemarin anggota Intelkam Polres Malang, berhasil mengamankan seorang pemuda.
Petugas curiga, pemuda itu memakai kaos oblong warna coklat. Rambutnya acak-acakan, tetapi kulitnya bersih. Sementara dari kamera CCTV, pelaku peledakan bom itu, juga memakai kaos oblong.
Lebih mencurigakan lagi, pemuda yang diketahui berasal dari Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara ini, diamankan di hutan jati, Desa Gampingan Kecamatan Pagak. Selain itu, dia juga membawa belasan ponsel dari berbagai merek.
‘’Ketika kasus bom mulai ramai, masyarakat memang ekstra waspada. Ketika mereka melihat ada pemuda mencurigakan, warga langsung lapor polisi. Kemudian tanpa mengalami kesulitan, pemuda itu diamankan,’’ ujar sumber Malang Post, kemarin.
Sayang terkait hal itu, belum bisa dikonfirmasi. Termasuk soal jatidiri pemuda itu, berikut alasan dia membawa belasan ponsel dari berbagai merek.
Polisi sendiri, saat ini masih sangat sibuk mencari pelaku peledakan. Selain mencari bukti baru dan memperdalam keterangan saksi, polisi juga fokus mencari penjual bahan campuran peledak yang digunakan pelaku.
Beberapa toko bangunan atau penjual bahan kimia, mulai dipelototi. Terutama toko yang menjual bahan berbahaya. Seperti belerang dan florat. Harapannya, bisa mendapatkan petunjuk baru tentang pelaku pengeboman itu.
‘’Sekarang kami sedang melakukan pendalam kasusnya. Kami juga masih mengumpulkan bukti-bukti baru. Termasuk mendata toko bangunan yang menjual bahan kimia,’’ ujar Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu.
Apakah belerang dan florat yang digunakan pelaku sebagai bahan pembuatan bom dibeli di Malang? Polisi masih belum berani memastikan, karena masih penyelidikan. Namun bisa jadi bahan kimia tersebut dibeli di Malang, mengingat bahan kimia ini terjual bebas di toko bangunan.
Selain mendata toko bangunan yang ada di wilayah Kabupaten Malang, polisi juga mencari petunjuk pada tukang las. Ini berkaitan dengan casing besi berukuran 10 x 15 x 25 cm yang merupakan container tempat material bom, yang ditemukan di TKP. Container berbentuk persegi panjang itu, dibuat dengan cara dilas.
Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, saat ini Polres Malang masih fokus mencari keterangan tambahan saksi-saksi. Selain sembilan orang saksi yang sudah dimintai keterangan, ada dua saksi tambahan lagi dari warga yang segera dimintai keterangan.
‘’Mudah-mudahan dengan keterangan saksi baru ini, nantinya bisa menjadi bukti dan peran sendiri terkait peledakan di ATM Bank Mandiri itu. Diharapkan keterangan saksi tambahan ini bisa membantu penyelidikan kami,’’ tutur Adi Deriyan.
Soal sketsa wajah, perwira dengan pangkat dua melati ini mengaku masih berupaya untuk mengeplorasikan dalam bentuk gambar. Karena untuk membuat sketsa wajah pelaku sangat sulit, lantaran wajahnya tertutup helm. (agp/avi)