Tertibkan Miras Oplosan

KEPANJEN – Korban meninggal dunia akibat minuman keras (miras) oplosan saat ini sedang marak. Selama kurun waktu hampir sebulan, sudah lebih dari 20 orang di Jawa Timur seperti Mojokerto, Surabaya dan Madiun meninggal. Untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi di Malang, Polres Malang melakukan tindakan preventif.
Tindakan awal yang diambil, yaitu menghimbau masyarakat melalui Babin Kamtibmas, termasuk penjual ataupun pembuat diminta untuk tidak menjual apalagi mengkonsumsi miras. Baik miras oplosan atau jenis lainnya.
“Kami kedepankan tindakan preventif terlebih dahulu, yakni memberikan himbauan. Dan Kasat Binmas sudah kami perintahkan untuk menggerakkan seluruh Babin Kamtibmas, melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya miras oplosan atau jenis lainnya,” terang Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu.
Setelah himbauan dan penyuluhan dilakukan, langkah selanjutnya baru melakukan tindakan tegas dengan menggelar operasi penertiban terhadap tempat-tempat yang menjual miras. Bagi masyarakat yang tetap nekat setelah diberi himbauan akan langsung ditindak.
“Tindakan tegasnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Karena tidak menutup kemungkinan kejadian dibeberapa daerah, juga bisa terjadi di Malang. Sedangkan untuk soal izin usaha karena yang berwenang Pemda, kami akan membuatkan rekomendasi untuk menertibkan penjual minuman keras,” paparnya.
Di Kabupaten Malang, lanjut mantan Kasatlantas Polres Malang Kota ini, bahwa penjual atau pembuat minuman keras oplosan masih banyak. Terutama di wilayah Malang Selatan. Itu terbukti dengan sudah sering kali home industri miras oplosan yang digrebek Polres Malang.
“Kalau dibilang masih ada, memang Kabupaten Malang masih ada yang menjual atau membuat miras oplosan. Seperti Arjo (arak jowo) atau trobas. Maka dari itu, sebelum ada korban kita akan lakukan penertiban,” tuturnya.(agp/aim)