Diduga Lakukan Asusila, Warga Lurug Balai Desa

TUMPANG-Puluhan warga dari Dusun Jago, Desa/Kecamatan Tumpang, Senin malam kemarin, mendatangi kantor balai desa. Kedatangan sejumlah warga itu, untuk meminta klarifikasi tentang dugaan perangkat desa berisinal MS, yang telah melakukan dugaan asusila dengan seorang warganya berisinal NR, pada 29 Desember lalu.
“Warga berdatangan ke sana (balai desa), itu untuk meminta kejelasan mengenai tindak-lanjut dari dugaan asusila yang dilakukan perangkat. Hanya saja, dalam pertemuan itu tidak menghasilkan titik temu,” kata seorang warga, Yoni Devicahyono.
Diterangkannya, perangkat itu diduga melakukan perbuatan asusila, karena dipergoki tiga saksi di rumah seorang warga atau saksi bernama Trini. Saat itu, MS bersama NR tengah di dalam kamar saksi. Sementara keduanya, berstatus sudah memiliki pasangan masing-masing.
“Karena berada di dalam kamar, makanya warga meminta agar perangkat itu diberikan sanksi tegas. Untuk itulah, akhirnya mendatangi kantor balai desa,” ujarnya.
Kepala Desa Tumpang, Achmad Apriono, dikonfirmasi terpisah menjelaskan kalau malam itu sebenarnya pemanggilan saksi-saksi dari kejadian tersebut. Intinya, untuk meng-clear-kan masalah yang sempat mencuat.
“Bukan dilurug warga, tetapi kami memanggil saksi-saksi dari kejadian itu,” kata Apriono.
Dari pemanggilan yang sudah dilakukan, tambah Apriono, diperoleh kejelasan bahwa perangkatnya dan NR, bermaksud menyelesaikan masalah utang-piutang. Hanya saja, memang tempat penyelesaiannya yang salah yakni di rumah orang. Sementara perangkat dan NR, selama ini banyak membantu untuk proses hukum suami NR.
“Tidak ada saksi yang mengetahui langsung tuduhan itu. Sementara desa melakukan pemanggilan, itu karena inisiatif sendiri dengan tujuan menyelesaikan informasi dugaan itu. Karena jangan sampai, karena unsur tidak suka kepada MS, kemudian menuduh yang tidak-tidak,” paparnya.
Apriono menjelaskan, terkait dengan tuduhan itu, desa masih belum memberikan sanksi. Masalahnya, masih perlu melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi lain. “Kalau memang terbukti, jelas sanksi berat akan diberikan. Kalau pun tidak, maka tetap konsekuensi hukuman juga akan diberikan. Karena bagaimana pun, tidak dibenarkan perangkat memberikan layanan kepada warganya di rumah orang. Lebih-lebih, itu pada malam hari dan berlainan jenis,” ungkapnya. (sit/aim)