Curi Motor Buat Beli Susu Anak, Ditembak

MALANG POST - Zaini (34) dan Zemah Sari (20) tahun. Keduanya, berasal dari Dusun Jipen, Trageh, Bangkalan, Madura terpaksa dilumpukan kakinya oleh polisi. Pasalnya keduanya terbukti melakukan pencurian motor Satria AD 4349 RR milik korban, Sugeng Riyanto (26) kos di Jalan Menur 93B, Surabaya, Rabu (8/1) kemarin di daerah Manyar Kartika, Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, AKP Tatang Prayitno Panjaitan mengatakan mereka diamankan setelah berhasil menjebol kontak motor korban di kos korban.  Namun, setelah melarikan motor sejauh 300 meter tepat di jalan Manyar Kartika 8 Surabaya pelaku dibekuk. "Ketika kami tangkap pelaku sempat mengelak. Padahal, terbukti kunci motor telah jebol. Berusaha kabur, petugas akhirnya menghadiahi timah panas," katanya, Selasa (14/1/2014).
Tatang membeberkan, pelaku yang merupakan paman dan keponakan ini telah melakukan aksinya sebanyak tujuh kali. Diantaranya, di daerah Pasar rungkut sebanyak tiga kali, Sukolilo sekali, Simokerto sekali dan di Madura satu kali. "Pelaku melakukan aksinya saat bersamaan dengan berjualan Cashing dan HP di daerah Wonokromo. Di sepanjang jalur tersebutlah tersangka memetik motor korban," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya kini lebih mengintensifkan kinerja khususnya dalam aksi pencurian motor. Sebab, beberapa kali ada laporan mengenai aksi pencurian serupa. Kedua pelaku juga merupakan buronan atas beberapa kejadian di wialayah hukum Polsek sukolilo. "Kami memang lebih mengintensifkan untuk kasus-kasus serupa. Sebab, pelaku ranmor meresahkan akhir-akhir ini," ungkapnya.
Selain kedua pelaku, petugas juga mengamanakan barang bukti motor yang digunakan oleh pelaku yakni Honda Vixion Nopol L 6784 JQ dan kunci T untuk menjebol kunci motor.
Sementara itu, Zaini mengungkapkan melakukan pencurian motor karena terdesak kebutuhan susu anak dan biaya hidup sehari-hari. Aksi pencurian dilakukan, kata dia, karena hasil dari penjualan cashing dan batrei HP tidak mencukupi untuk tanggungan biaya tersebut. "Tidak cukup buat biaya hidup. Akhirnya, saya nekat mencuri, pak," kata tersangka dihadapan petugas.
Zaini menyebut, beberapa motor yang penah dicurinya ialah motor Satria, Mio dan sejumlah motor lainnya dijualnya di daerah Tanah Merah Madura. Per satu motor dihargai sekitar Rp 2 Juta rupiah oleh penada. "Saya jual sekitar Rp. 2 juta. Hasilnya saya bagi dengan Zemah," ujarnya. (jpnn/udi)