Penyiraman Air Keras Terkait Teluk Benoa

MALANG - Meski sudah terjadi bulan Oktober 2013 lalu, penyiraman air keras terhadap vokalis Band Saint Loco, Barry Manoch tetap menjadi atensi khusus anggota Satreskrim Polres Malang Kota. Bahkan, hingga kemarin, satu tim khusus terus bekerja untuk mencari motif penyiraman dan pelakunya. Informasi yang dihimpun, dari sekian motif yang dikumpulkan polisi, salah satunya adalah terkait tentang penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh band tersebut. Reklamasi Bali dalam hal ini Teluk Benoa itu, ditakutkan berdampak negatif dengan hilangnya mata pencaharian masyarakat, dan abrasi serta ombak yang semakin besar di kawasan Benoa.
Penelusuran Malang Post, berbagai elemen masyarakat mendesak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika untuk mencabut SK Nomor 1727/01-B/HK/2013 tentang Pemberian Izin Studi Kelayakan Rencana Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa, Kabupaten Badung. Mereka meminta gubernur konsisten dengan sikapnya yang sebelumnya berjanji untuk mencabut SK yang diberikan kepada PT. Tirta Wahana Bali Internasional (PT. TWBI) yang berlaku selama dua tahun.
Gubernur Pastika sendiri saat menerima kunjungan Komisi X DPR-RI, bulan Oktober 2013 lalu telah menerima hasil kajian Universitas Udayana yang menyatakan Teluk Benoa tidak layak direklamasi dan menjamin reklamasi tidak akan dilakukan. Belakangan, dia justru ngotot tidak mencabut SK tersebut. Menurut sumber Malang Post, Barry Manoch merupakan salah satu artis yang juga menolak reklamasi itu, selain Superman Is Dead (SID). “Mereka sempat diminta untuk tidak mengatakan penolakan reklamasi saat manggung di Bali. Ternyata hal itu tetap saja dilakukan,” papar sumber yang minta namanya dirahasiakan itu.
Dugaan lain, Barry juga menjadi korban salah sasaran. “Masih dicari motifnya apakah benar terkait masalah reklamasi Teluk Benoa. Sebab, yang sangat keras menolak reklamasi itu justru SID yang memang bermarkas di Bali. Dari semua motif, hanya ini yang paling mendekati kebenaran,” paparnya. Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengaku belum bisa menjawab kemungkinan tersebut. “Saya belum bisa menjawab karena pelaku belum tertangkap. Namun semuanya masih dalam proses penyidikan untuk mencari pelakunya,” ujar dia kemarin.
Mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu hanya menegaskan pihaknya juga fokus terhadap pengungkapan penyiraman air keras terhadap Barry. “Masih proseslah,” tegasnya berulang-ulang. Seperti diketahui, Barry Manoch disiram air keras di lobby Hotel Savana, Jalan Letjen Sutoyo Malang usai manggung di Lapangan Rampal bersama SID. Akibatnya, dia mengalami luka bakar di wajah hingga 80 persen. Saat dilarikan ke IRD RSSA Malang, kondisinya juga sempat kritis. (mar)