Ibunda Camat Tumpang Dibunuh?

LAWANG- Iesma, 82 tahun, warga Jalan Sumberwuni RT 2 RW 1 Kelurahan no 5 Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang ditemukan tewas secara tidak wajar di dalam rumahnya kemarin siang. Wanita yang diketahui sebagai ibu kandung Camat Tumpang Eru Suprijambodo itu, tewas dengan wajah tertutup kerudung dan lehernya tejerat kain.
Akibat jeratan kain tersebut, leher Iesma terdapat bekas luka memar warna biru. Dari dalam mulut korban terlihat keluar darah. Kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, diduga penyebab tewasnya korban adalah dibunuh.
“Masih terlalu dini bila menyimpulkan penyebab tewasnya korban karena dibunuh. Untuk mengetahu penyebabnya, kami masih menunggu hasil otopsi dari RSSA Kota Malang.“ ujar Kapolsek Lawang Kompol Gatot Setiawan kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, kesehariannya korban hidup di dalam rumah bersama dua penghuni lainnya, yakni anak kandungnya Iswanto beserta istrinya Lisa. Sebelum ditemukan tewas, korban sekitar pukul 05.00 pagi kemarin masih terlihat oleh warga sekitar masuk ke dalam rumah usai melakukan salat subuh.
Korban baru ditemukan tewas sekitar pukul 12.30 WIB. Yang kali pertama menemukan mayat korban adalah Nanda Saputra, kerabat korban. Saat itu Nanda yang usai berjualan, kebetulan mampir ke rumah korban. Namun, setelah diketuk beberpa kali korban tidak keluar dari kamar, dia mencoba melihatnya dari jendela luar.
Saat melihat itulah, alangkah kagetnya dia yang sudah melihat tubuh korban tergeletak di lantai dengan posisi kaki di bawah kolong tempat tidur dan wajahnya ditutupi kerudung. Seketika itu juga dia melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua RT setempat, Beni Purnomo yang kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan dilaporkan ke Polisi.
“Kalo kondisinya seperti itu, jelas sangat tidak wajar. Bisa juga korban dibunuh sebelumnya,“ tegas Beni Purnomo di tempat yang sama.
Setahu dia, selama ini korban tidak mempunyai musuh. Kesehariannya korban dikenal sangat religius dan sangat akrab dengan masyarakat sekitar. “Saya juga kaget dan heran mengapa kejadian seperti ini bisa terjadi. Selama ini orangnya dikenal baik, ramah dan tidak terlihat mempunyai masalah,“ terang pria keturunan Tionghoa asal Surabaya ini.
Berkembang kabar di masyarakat sekitar, dua hari sebelum meninggal, korban terlihat cekcok dengan menantunya. Namun, belum diketahui penyebab terjadinya cekcok tersebut. Sedangkan dari hasil sementara olah TKP yang dilakukan tim ident Polres Malang, korban memang ditemukan meninggal secara tidak wajar.
Malahan dugaan ke arah pembunuhan, semakin terlihat. Setelah kunci kamar korban tidak ditemukan di dalam kamar korban dan sekitar rumah. Selain itu, kamar sebelah ditemukan korban tewas, kondisinya acak-acakan. Sementara polisi masih mendata dan menyelidiki, apakah ada barang-barang berharga milik korban yang hilang
“Fokus olah TKP, masih mencari kunci kamar korban. Karena hal ini janggal, kunci yang raib begitu saja,“ kata salah seorang petugas identifikasi Polres Malang. Sementara itu, Camat Tumpang Eru Suprijambodo yang juga saat itu berada di TKP, enggan berkomentar terkait peristiwa tersebut. (big/aim)