Salip Dari Kiri, Warga Wonokoyo Terlindas Truk

BULULAWANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Wandanpuro – Bululawang siang kemarin. Tabarakan itu mengakibatkan seorang meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka-luka. Korban tewas di lokasi kejadian dengan kondisi sangat mengerikan akibat terlindas roda truk bermuatan batu bata.
Jenazah Mudrika, 30 tahun, warga Jalan Kalianyar, Kelurahan Wonokoyo – Kedungkandang, Kota Malang, korban meninggal dunia tersebut langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Sedangkan korban luka, Chabibah, 40 tahun, warga Jalan Kiai Parseh Jaya, Kedungkandang dilarikan ke RS Reva Husada. Chabibah hanya mengalami luka memar di wajah, usai perawatan dia diperbolehkan pulang.
“Kasus kecelakaan itu, masih kami selidiki. Beberapa saksi masih akan kami mintai keterangan. Dan untuk kedua kendaraan yang terlibat, sudah diamankan sebagai barang bukti,” ungkap Kanitlaka Polres Malang, Iptu M Lutfi.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di KM 00-01 (Bululawang – Malang) pukul 10.45. Tepatnya di depan SD Negeri II dan III Wandanpuro Bululawang, serta 20 meter sebelum Mapolsek Bululawang.
Kecelakaan bermula dari kendaraan truk bermuatan batu bata merah yang dikemudikan Sar’in, 54 tahun, warga Desa Sidorejo, RT13 RW01, Pagelaran dan sepeda motor Yamaha Mio Soul N 5499 AN yang dikendarai Chabibah berboncengan dengan saudaranya Mudrika, sama-sama melaju dari selatan ke utara.
Selepas melewati jalan tanjakan, saat di lokasi kejadian dengan kondisi tepi jalan yang bergelombang, Chabibah berusaha mendahului truk dari sebelah kiri. Chabibah langsung memacu gas meski kondisi jalan sempit. Saat menyalip inilah petaka terjadi.
Setir motor sebelah kanan tanpa sengaja menyenggol bak truk. Akibatnya karena tidak bisa mengendalikan, motor oleng dan terjatuh. Chabibah yang membonceng jatuh ke sebelah kiri. Sementara Mudrika yang dibonceng, jatuh ke kanan dan persis di depan roda belakang sebelah kiri truk. Karena tidak bisa dihindari, kepala Mudrika terlindas dan meninggal dunia di TKP.
 “Sebelum menyalip dari sebelah kiri, sudah terlihat ragu-ragu. Pas kondisi jalan sempit, dia malah nyalip dan langsung terjadi kecelakaan ini,” kata Shobirin, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
“Katanya tadi mau pulang setelah ke Gondanglegi. Namun ke rumah siapa, tidak tahu sebab berangkatnya tidak pamitan,” tutur Imron, kakak Chabibah yang dibenarkan Faida, anak kandung Chabibah saat ditemui di Pos Laka Bululawang.(agp/aim)