Keluarga Ahli Waris Jadi Tersangka Perusakan

MALANG - Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah ini cocok untuk keluarga keluarga ahli waris tanah milik almarhumah Tirah di Jalan Akordion Malang. Saat sedang fokus menjalani persidangan sebagai pelapor yang menyeret notaris Luluk Wafiroh SH, SpN ke balik jeruji penjara, penyidik unit Pidana Tertentu (Pidter) Satreskrim Polres Malang Kota malah menetapkan empat orang keluarga tersebut menjadi tersangka. Mereka dianggap terbukti secara bersama-sama melakukan perusakan tanah warisan yang sudah dibeli oleh Andrian Handoko, owner PT. Woodland Property, pengembang perumahan North Point Residence.
Keempatnya yakni Suradi, salah satu ahli waris dan tiga keponakannya, yakni Didik Wibowo, Nanang Sugiarto dan Dwi Sutanto. Mereka dilaporkan Andrian ke polisi karena melakukan perusakan tanah dan pencemaran nama baiknya, beberapa bulan lalu. Menurut Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK, penetapan keempatnya sebagai tersangka merupakan hasil dari pemeriksaan saksi-saksi yang ikut dimintai keterangan di penyidik. “Dasarnya dari keterangan saksi-saksi,” ujarnya singkat.
Beberapa waktu lalu, Eddo Bambang, SH, kuasa hukum Andrian sempat menjelaskan bila pihaknya sudah mengirimkan somasi ke kepada beberapa pihak termasuk ahli waris terkait masalah tanah yang dibeli kliennya karena dibajak untuk menanam jagung. “Ahli waris sudah merusak tanah klien kami. Mereka juga merusak nama baik klien kami sebagai pengusaha. Padahal, tanah itu sudah dibeli klien kami secara lunas dengan harga Rp 515.000 per meternya. Buktinya, kami memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli No 39 dan Akta Jual Beli No 245 dan surat kuasa No 40 dari ahli waris yang memperbolehkan pembeli menggarap tanah itu sebelum pelunasan,” urainya saat itu.
Dihubungi Malang Post, Didik Wibowo membenarkan dia dan tiga anggota keluarganya dinyatakan sebagai tersangka oleh polisi. “Ya, kami dianggap bersama-sama sudah melakukan perusakan. Padahal, itu tanah kami sendiri yang belum lunas dibayar. Sekarang kami malah dijadikan tersangka,” paparnya. Terkait dengan itu, pihaknya berencana juga akan melaporkan perumahan North Point Residence ke polisi karena sudah melakukan perusakan tanah warisan itu dengan cara membuldozernya. “Kami masih menyusun draft laporan perusakan itu untuk kami laporkan ke polisi,” tegasnya kemarin. (mar)