Sales Farmasi Gelapkan Uang Perusahaan

DIPOLISIKAN: Didi Nugroho dijebloskan bui karena dianggap melakukan penggelapan uang setoran obat-obatan.

MALANG - Salah satu distributor farmasi, PT. Pangestu Farmindo Muliatama, Jalan Raya Langsep Malang melaporkan salah satu salesnya ke Mapolres Malang. Yakni Didi Nugroho, 43 tahun, warga Perumahan Bluru Permai Sidoarjo. Dia dianggap menggelapkan uang setoran obat-obatan dari beberapa apotek hingga berjumlah Rp 16 juta. Hingga kemarin, Didi masih menjalani pemeriksaan intensif setelah ditangkap di rumahnya. Anggota Satreskrim Polres Malang Kota juga menyita barang bukti berupa faktur penjualan dan bukti pelunasan dari beberapa apotek di wilayah kerja tersangka.
“Modus yang dilakukan tersangka yakni menagih uang hasil penjualan sebelum jatuh tempo dan meminta pembayaran dilewatkan rekening pribadinya pada bulan September 2013 hingga November 2013,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kemarin. Menurut dia, perusahaan tempat tersangka bekerja mulai curiga ketika melihat omzet perusahaan turun menjelang akhir tahun 2013 lalu. Setelah dilihat, papar mantan Kasatreskrim Polres Batu itu, ada beberapa apotek yang masih menunggak pembayaran.
“Disinilah kedok tersangka terbuka. Ketika apotek yang menunggak ini diberikan surat tagihan, mereka mengaku sudah membayar obat-obatan yang dikirim melalui rekening tersangka,” terangnya. Tiga apotek yang sempat dicurigai menunggak pembayaran adalah Apotek Asri Asehat, Jalan Raya Utama Lodoyo, Blitar, Apotek Urip Jaya Sehat, Jalan Urip Sumoharjo, Wlingi, Blitar dan Apotek Surya, Jalan Doho, Kediri “Tersangka ini memang memiliki wilayah kerja yang luas. Mulai Malang, Blitar, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek,” tegas Dwiko, sapaan akrabnya.
Dalam penyidikan, Didi mengaku sudah melakukan mediasi ke kantornya untuk mencicil pembayaran dengan cara memotong gajinya. “Tapi pihak perusahaan tidak mau dan hanya memberikan jangka waktu dua hari untuk menyelesaikan tunggakan saya itu. Begitu tidak bisa lunas, saya dilaporkan ke polisi,” terang pemuda yang sudah bekerja di  PT. Pangestu Farmindo Muliatama sejak tahun 2011 lalu. Selama ini, dia mengaku menggunakan uang setoran tersebut untuk menambahi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Gaji saya hanya Rp 1 juta. Dapat komisi, bila penjualan bisa menembus angka Rp 500 juta per bulan,” tutupnya.
Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, anggota Satreskoba Polres Malang Kota juga membekuk Wiyono alias Yono, 22 tahun, warga Desa Dadaprejo, Prigen, Pasuruan. Dia ditangkap bersama barang bukti SS seberat 0,5 gram di depan Perumahan Argo Kencana, Jalan Ahmad Yani Utara, Malang. Dijelaskan Dwiko, polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya transaksi narkoba di daerah tersebut. Setelah ditelusuri, beberapa petugas yang menyamar melihat Yono di tempat tersebut.
“Ciri-ciri tersangka ini berkat informasi dari masyarakat. Setelah digeledah, ditemukan barang bukti SS itu di saku kiri celananya,” lanjut mantan Kapolsek Wajak tersebut. Kepada pemeriksanya, Yono mengaku membeli SS itu dari salah satu bandarnya di kawasan Prigen, Pasuruan seharga Rp 700.000. “Saat ini, nama inisial J, bandar narkoba yang disebut pelaku masih dalam pengejaran petugas. Ada dugaan, melalui J ini, banyak beredar narkoba di daerah Blimbing,” pungkas dia. (mar)