Ibunda Camat Tumpang Dibunuh Asong

Rampok Ketahuan, Jerat Leher Dengan Tali
LAWANG – Hanya selang sehari, pelaku pembunuhan terhadap Iesma, 82 tahun, ibu dari Camat Tumpang Eri Suprijambodo berhasil ditangkap. Pelakunya Toyib Santoyo alias Asong, yang tak lain tetangganya sendiri. Pria kelahiran 1949 ini, dibekuk petugas Buser Polres Malang di rumahnya Perum Sumberwuni Indah Blok A11, Lawang.
“Pelakunya sudah kami amankan di rumahnya barusan (petang kemarin, red). Dia memang mengaku telah membunuh korban,” ungkap salah satu petugas kepada Malang Post, yang dibenarkan Kapolsek Lawang, Kompol Gatot Setiawan.
Penangkapan Asong ini, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan petugas. Polisi mendapat petunjuk dari keterangan saksi yang sempat melihat Asong masuk dan keluar dari rumah korban beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas, sembari membawa koran. Dia terlihat cemas dan langsung buru-buru pergi.
Lantas apa motif pembunuhan?. Diperoleh informasi pembunuhan yang dilakukan Asong ini, karena pelaku berniat merampok di rumah korban. Tetapi usaha perampokan mendapat perlawanan dari korban hingga Asong nekat menghabisi nyawa korban. “Korban dibunuh dengan cara dijerat menggunakan tali. Saat ini tali yang digunakan menghabisi masih kami cari dengan mengeler pelaku ke TKP,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan penyidik, Asong mengaku sudah merencanakan aksi perampokan itu sejak tiga hari sebelumnya. Itu setelah dia mendapat informasi bahwa Iesma, banyak menyimpan perhiasan emas. Dari situlah, akhirnya Kamis (16/1) pagi sekitar pukul 04.30, ketika korban pulang dari masjid usai salat subuh dibuntuti.
Dia masuk lewat pintu samping, yang kemudian menuju ke kamar korban. Di kamar itu, korban lalu disekap dengan menggunakan kain kerudung warna putih. Setelah korban tak berdaya, Asong mencari perhiasan dan menemukan dua cincin di kamar korban. Usai mendapatkan barang jarahan, dia kabur lewat jalan semula.
Dua cincin itu, kemudian dibawa ke Pasar Besar Malang untuk dijual. Namun hanya satu cincin yang laku terjual Rp 150 ribu. Sedangkan satu cincin lagi, tidak laku karena bukan emas. “Uang hasil jualan cincin itu hanya tinggal Rp 60 ribu saja,” katanya, sembari mengatakan bahwa pelaku hingga tadi malam masih menjalani pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan, Asong mengaku tidak melakukan pembunuhan. Menurut pengakuannya, saat disekap korban pingsan karena kehabisan nafas, akibat tertutup kerudung. Karena merasa takut, Asong lalu mengangkat tubuh korban untuk ditaruh di kamar lainnya. Setelah itu dia kabur dengan membawa kunci rumah. Kunci rumah dibuang oleh Asong di jalan raya depan RSUD Lawang.
Sebelum pembunuhan ini terungkap, Polsek Lawang diback up Polres Malang, bekerja keras untuk mengungkap pelakunya. Polisi siang kemarin kembali melakukan olah TKP, yang menguatkan bahwa kematian Iesma, memang dibunuh.
Salah satu bukti baru yang menguatkan korban dibunuh, adalah dengan ditemukannya kunci kamar di balik pintu kamar belakang. Kunci kamar tersebut, sebelumnya sempat dinyatakan hilang.
Bukti lain yang mengatakan korban dibunuh adalah dari kain putih yang menjerat di leher korban. Tali itu terikat dengan simpul mati. Juga keluarnya darah dari mulut korban. posisi tubuh korban saat ditemukan, berada di lantai dengan posisi kaki di bawah kolong tempat tidur.
Polisi sebelumnya juga telah memeriksa empat orang saksi untuk mengungkap kematian korban. Diantaranya Lisa, menantunya yang juga tinggal satu rumah. Nanda Saputra dan Mulyono, kerabat korban yang kali pertama menemukan. Serta Tri Wahyu Hadi, tukang ojek yang mengantarkan korban, sehari sebelum ditemukan tewas.(big/agp/aim)