Asong Sempat Sambangi TKP, Pastikan Belum Terungkap

Tiga Hari Rencanakan Perampokan dan Pembunuhan
LAWANG – Toyib Santoyo alias Asong, 65 tahun, pelaku pembunuhan Iesma, 82 tahun ibunda Camat Tumpang Eru Suprijambodo, sudah merencanakan perampokan dan pembununan itu sejak tiga hari sebelum kejadian. Bahkan, dia sudah mempelajari kebiasan Iesma setiap harinya dengan menongkrong di warung Lisa, menantu korban yang ada di sebelah rumah Iesma.  
Kapolsek Tumpang Kompol Gatot Setiawan mengatakan, tersangka terbukti telah merencanakan pembunuhan sejak tiga hari sebelum kejadian.
“Kami sudah mendapatkan alat buktinya berupa tali tampar dan kain yang dibawa tersangka dari rumahnya untuk menjerat leher korban,” ujarnya kepada Malang Post kemarin Jumat (17/8) malam.
Menurutnya, tersangka sering ngopi dan nongkrong di warung Lisa menantu korban, yang lokasinya bersebelahan dengan rumah korban. Saat nongkrong dan ngopi itulah, digunakan oleh tersangka untuk mempelajari kebiasaan korban. Mulai dari waktu korban keluar melakukan salat, berpergian keluar, berbelanja, dan waktu saat rumah korban sepi.
“Tersangka sebelumnya sudah mengamati dan mempelajari kebiasaan korban. Barulah pada Kamis (16/1) kemarin, tersangka melakukan eksekusi,“ terang mantan Kapolsek Pakis ini.
Asong melakukan pembunuhan sekitar pukul 04.30 WIB, Atau lebih tepatnya saat korban usai pulang salat subuh dari musola dekat rumah. Saat pulang itulah, tersangka keturunan Tioghoa ini membuntuti korban. Kemudian, tersangka menyelinap ke dalam rumah, lewat pintu samping yang biasanya memang tidak terkunci. Kemudian Asong langsung menuju ke kamar korban. Di dalam kamar korban itulah tersangka, membungkam mulut Iesma, kemudian menyekapnya.
“Tak cukup samapai di situ saja, tersangka menjerat leher korban dengan tali tampar dan kain putih, yang dibawa dari rumahnya,“ kata perwira menegah dengan satu melati di pundaknya tersebut.
Setelah dipastika tewas, korban dipindah ke kamar sebelah dan menguncinya. Pukul 07.00 hari yang sama, Asong kembali ngopi di warung Lisa. Tujuannya, melihat kondisi rumah korban apakah ada keramaian atau tidak. Setelah dirasa aman dan oleh keluarga serta masyarakat sekitar korban belum ditemukan tewas, tersangka kembali ke rumahnya. Sedangkan pelaku dapat ditangkap oleh petugas, setelah ada yang melihatnya sekitar pukul 04.45 keluar dari rumah korban.
“Pelaku dapat ditangkap melalui hail penyelidikan yang kami lakukan. Hasil lidik itu, ada salah seorang saksi yang melihat tersangka keluar dari rumah korban. Saat kami tangkap dan interogasi, tersangka tidak bisa mengelak lagi,“ katanya.
Sedangkan untuk motif pembunuhan, sebelumnya tersangka mendapatkan informasi, korban mempunyai emas yang banyak, karena salah seorang anaknya jadi camat. “Usai melakukan pembunuhan itu, tersangka mengambil perhiasan berupa dua cincin dan dua giwang yang terletak di dalam lemari kamar korban. Uang hasil penjualan perhiasan digunakan untuk judi cap sha,“ terang mantan Kapolsek Wagir ini.
Penyidik Reskrim Polsek Lawang, menjeratnya dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ancaman hukuman kurungan penjara seumur hidup. (gil/aim)