Tanpa Promosi, Bisnis Narkotika Tembus Rp 360 T

SURABAYA – Bisnis narkoba, tiap tahun, tidak pernah mengalami penurunan. Kendati tanpa iklan dan promosi, tahun 2013, bisnis barang haram itu putarannya menyentuh angka Rp 360 triliun. Atau 22 kali kekuatan APBD Jatim tahun 2014 yang hanya Rp 16,9 triliun.
‘’Data itu akurat. Angka penjualan bisnis narkotika hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) ditemukan angka Rp 360 triliun,’’ kata Destina Kawanti, Kasi Diseminasi Informasi BNN Propinsi (BNNP) Jatim di kantornya, akhir pekan lalu.
Destina tidak menyebutkan secara detail, pembagian angka Rp 360 triliun itu didapat dari daerah mana saja. Selain itu, tidak ada pula rincian penjualan item narkotika mana yang member kontribusi terbesar.
Dikatakan dia, pengguna narkoba sekarang ini telah merata dari segala klasifikasi profesi. Bahkan, secara mengejutkan kalangan pekerja swasta dan wiraswasta diketahui menjadi pengguna aktif.
‘’Rata-rata pekerja swasta dan wiraswasta menjadi pengguna narkotika. Mulai dari hanya coba-coba sampai akhirnya menjadi pecandu. Selebihnya, hampir semua profesi ikut terlibat sebagai pengguna aktif juga,’’ paparnya.
Melihat besarnya putaran uang narkotika, kata Destina, pihaknya berusaha keras untuk menekan seminim mungkin. Caranya, perdagangan dan peredaran narkotika harus dipotong, khususnya peredaran di Jatim.
Selain kampanye anti narkotika, BNNP Jatim akan terus mendekati kalangan ulama dan tokoh masyarakat. Kekuatan yang dimiliki mereka dinilai cukup positif untuk ikut membantu peredaran narkotika di Jatim.
‘’Kampanye anti narkoba pasti terus dilakukan. Pendekatan terhadap ulama terus digalakkan untuk mengajak pengikutnya tidak menggunakan narkotika dengan alasan apapun. Tahun ini, harapan kita pengguna narkotika Jatim bisa turun,’’ pungkasnya. (has)