Asong Residivis Kasus Judi

LAWANG - Berbagai fakta terus bermunculan tentang Toyib Santoyo alias Asong, tersangka pembunuhan Iesma, ibunda Camat Tumpang Eru Suprijambodo. Asong ternyata residivis kasus judi dan penipuan di Kota Surabaya. Pria berusia 65 tahun itu, diketahui kerap kali keluar masuk sel tahanan, tersangkut kedua kasus tersebut.
“Rekam jejak tersangka, pernah ditangkap terkait kasus judi dan penipuan. Hal itu sudah diakuinya dalam pemeriksaan yang kami lakukan,“ ujar Kapolsek Lawang Kompol Gatot Setiawan kepada Malang Post kemarin. Menurutnya, tersangka mempunyai kebiasaan melakukan judi cap sha di tempat asalnya yakni Kota Surabaya.
Kebiasaan buruk tersangka tersebut, terbawa ketika pindah ke Perumahan Sumberwuni Indah Blok A 11 RT 01 RW 02 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Bahkan diperoleh informasi, tersangka juga kerap main judi di warung Lisa, yang bersebelahan dengan rumah korban Iesma.
Kuat dugaan penyebab pembunuhan yang dilakukan, tersangka mempunyai dendam terhadap korban. Karena kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, tersangka suatu ketika sempat diketahui terlibat adu mulut dengan korban.
“Korban memarahi tersangka, karena kebiasaan buruk main judi di warung menantunya Lisa,“ kata salah seorang warga sekitar yang enggan namanya dikorankan. Ha itulah, kemungkinan menjadi pertimbangan penyidik sebelumnya, menjerat tersangka dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Sementara itu, diperoleh fakta lain bahwa tersangka sejak tiga bulan lalu merupakan pendatang di lingkungan Perumahan Sumberwuni Indah. “Setiap saya minta identitas dan surat pindah, Asong selalu menghindar. Meski begitu, dia orangnya terlihat supel dan ramah,“ kata Ketua RW 02 Kelurahan Kalirejo Muhammad Fauzi ditemui terpisah.
Menurutnya, Asong sebelumnya pernah menjadi pengusaha sukses di Surabaya. Namun, dia tidak pernah mengungkapkan bidang usaha yang dia tekuni. “Dia juga pernah bercerita kepada saya, mempunyai anak yang sukses di Kalimantan. Asong sendiri katanya mempunyai tiga anak,“ jelas Muhammad Fauzi.
Sebagai informasi, Asong bermukim di kawasan tersebut sejak November tahun lalu. Dia menempati rumah tersebut, sendirian. Istrinya dikabarkan telah meninggal, sedangkan anak-anaknya tidak pernah mengunjunginya. Selama tinggal di perumahan tersebut, Asong menampakan perilaku yang supel, baik dan ramah.
“Saya kaget, begitu diberitahu polisi Asong suka judi. Mungkin kebiasaanya judi itu, membuatnya jatuh miskin. Termasuk nekat melakukan pembunuhan dan perampokan itu, yang hasilnya dibuat judi,” tutupnya. (big/lim)