, Lapor Pengrusakan ke Polres Malang

MALANG - Heru Indra, pemilik Hotel Transito mengatakan, bahwa izin pendirian hotel atas nama istrinya, Yuni Astuti. Izin pendirian hotel tersebut diakui sudah lengkap dan tidak ada masalah. Bahkan, dia mengatakan pendirian hotel mendapat dukungan dari Asisten I Bupati Malang, Heri Irianto, yang datang mewakili Bupati saat ikut musyawarah dengan warga pada 31 Desember 2013 lalu.
“Dia (Heri Irianto, red) mengatakan bahwa pintu masuk ke Kepanjen, jangan dilihat hanya pabrik saja. Keberadaan hotel sangat bagus, karena di Kepanjen ini minim hotel. Selama ini, orang yang datang ke Kepanjen, nginapnya di Kota Malang karena minimnya hotel,” terang Heru.
Terkait dengan lahan milik eks lori yang diprotes warga, Heru mengatakan bahwa sebetulnya dirinya bersedia membongkar. Tetapi meminta waktu karena harus mencari tukang. “Tetapi tidak tahunya mereka malah ngotot dirobohkan. Padahal tadi malam (Sabtu malam, red) juga sudah ada keputusan, namun pagi ini (kemarin) kok malah datang dan merusak. Sebetulnya yang memimpin demo itu (Ghofar, red) bukan warga sini, dia berdomisili di Kecamatan Turen,” tuturnya, sembari mengatakan hari ini dia akan lapor ke Polres Malang tentang pengerusakan ini.
Ditambahkan dia, jika memang lahan eks lori yang ada di depan hotel miliknya dipermasalahkan, kenapa tidak dengan bangunan lain yang ada di sekitar Jalan Raya Kebonagung. Sebab mereka juga menggunakan lahan eks lori. “Kalau yang dipermasalahkan hanya di tempat saya, ini namanya diskriminatif,” katanya.
“Lahan di depan itu memang eks lori. Dan kami mendapatkan lahan itu dengan membeli ke warga yang dulunya menempati di depan. Soal menuntut hotel ditutup, ya kami menyerahkan kepada pihak pemberi izin,” sambung Yuni Astuti, istrinya.
Kepala Desa Kebonagung Teguh Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan lahan itu adalah lahan eks lori yang diserahkan ke Pemkab Malang dan dikelola desa. “Tetapi kalau soal izin pendirian, saya tidak tahu karena saya baru menjabat Kades. Yang mengetahui izin itu, adalah kepala desa yang lama,” jelasnya.
Terpisah, Camat Pakisaji, Drs Eko Wahyu Widodo, mengatakan bahwa permasalahan ini sudah lama terjadi. Dan sudah beberapa kali melakukan musyawarah. Hasil musyawarah belum ada keputusan tetap, warga sudah melakukan pengrusakan.
“Jelas saya sangat menyesalkan dengan kejadian ini. Seharusnya kan bisa dilakukan musyawarah tidak harus dengan melakukan pengerusakan. Kalau begini, saya ya menyerahkan ke pihak hotel. Kalau memang tidak terima dan mau melapor ke polisi saya persilahkan,” tegas Eko.(agp/lim)