Curi Kalung Kakak Kos, Siswa SMK Ditahan

R ketika dimintai keterangan Kasatreskrim Polres Malang, saat dilimpahkan ke UPPA Polres Malang.

TUREN –Seorang siswi kelas XII salah satu SMK di Kecamatan Turen, terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Pasalnya sejak akhir pekan lalu, siswi berinisial R, 17 tahun ini, terpaksa berurusan dengan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Dia ditahan karena dilaporkan melakukan pencurian.
“Sebelumnya R ini diamankan di Mapolsek Turen. Tetapi karena tersangkanya perempuan dan masih anak-anak, dia lalu diserahkan ke UPPA Polres Malang. Sekarang ini, kami yang bersangkutan masih diperiksa,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Informasi yang diperoleh, R ini dilaporkan mencuri oleh Meysa, 22 tahun, warga Kecamatan Kebun Agung, Kabupaten Demak. Meysa adalah teman satu kos dengan tersangka di Jalan Gunung Ceneng Gg I Kecamatan Turen, milik Yuni Ari Setyawan. Meysa sendiri, kos karena bekerja disalah satu perusahaan di wilayah Kecamatan Turen.
Sementara aksi pencurian yang dilakukan R, warga Desa Tambakasri, Sumbermanjing Wetan, terjadi Sabtu (18/1) pagi lalu sekitar pukul 08.00. Pencurian dilakukan saat korban sedang keluar. R yang mengetahui kamar kos korban di lantai dua tidak terkunci, lalu masuk dan mengambil tiga kalung emas putih serta dua buah jam tangan.
Setelah berhasil mencuri, barang curian tersebut langsung disimpan di dalam kamar kosnya. Sedangkan sebagian lagi dipakai ke sekolah. “Saya memang mencurinya, tetapi tidak untuk dijual, melainkan untuk dipakai sendiri,” tutur R, dengan meneteskan air mata.
Terungkapnya aksi pencurian yang dilakukan R ini, berawal dari Meysa yang mengadu ke Yuni Ari Setyawan, bapak kosnya. Meysa mengadu karena hanya berharap perhiasannya kembali. Tetapi Yuni, menyarankan untuk melaporkan ke Polsek Turen. Dari laporan itulah, akhirnya diselidiki dan diketahui pelakunya R. R sendiri dicurigai, karena yang kos di rumah Yuni, hanya dia dan Meysa.(agp/aim)