Beradu, Truk-Yarris Sama Sama Hancur

PARAH : Truk dan Toyota Yarris rusak parah akibat tabrakan di Jalan Soekarno, Desa beji Kota batu, pagi kemarin.

BATU - Sama-sama ngotot, akhirnya rugi sendiri. Itulah fakta kecelakaan lalu lintas antara Truk bernopol S 9907UN dengan Toyota Yarris, Senin pagi kemarin di Jalan Soekarno Desa Beji, atau depan SMPN3 Kota Batu. Bodi depan dua kendaraan sama-sama warna merah itupun, hancur.
Beruntung dari kecelakaan yang berlangsung sekitar pukul 05.15, itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Pengemudi truk, Thohir warga Kecamatan Bangil, Pasuran dan pengemudi Yarris, Dayat Dwi ditemani Dedi Kristanto warga Puri Indah Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, mengalami luka-luka.
Informasu dari lokasi kecelakaan yang berimbas pada pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif itu,  berawal ketika truk yang melaju dari arah Kota Malang, itu berusaha menyalip truk pengangkut pasir. Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan (Kota Batu) meluncur kencang Toyota Yarris, yang kebetulan juga sedang menyalip laju sepeda motor.
Saksi mata, Hari Purnomo mengatakan, pengemudi truk sudah berusaha mengerem dengan tujuan agar truk pengangkut pasir yang sedang disalipnya, kembali melaju mendahului. Namun, nampaknya Yarris terlalu kencang melaju dan sedikit pun tak ada ruang utuk menghindar lantaran ruas jalan dipenuhi dua truk tersebut. Tabrakan pun tak bisa dihindari.
" Kebetulan kondisi lalu lintas mulai ramai dan ketika berusaha menghindari, truk itu sempat menyerempet bodi depan bagian samping kanan truk yang  saya kemudikan,’’terang Hari, sopir truk mengangkut pasir tersebut.
Truk yang disopiri Thohir, itu tujuannya mengantarkan botol kosong ke Kusuma Agrowisata. " Ya, saya memang sedang nyalip truk, dan tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil Toyota Yarris dengan kecepatan tinggi. Saya coba menghindar sampai menyerempet truk pasir, tetapi dari depan tidak bisa ngontrol sehingga bertabrakan,"aku Thohir.
Kasatlantas Polres Batu, AKP I Gusti Made Merta menerangkan, tabrakan tersebut imbas  kelalaian manusia yang tidak tertib lalu lintas. " Padahal jalan dari arah timur itu kondisinya menanjak, kok masih memaksakan diri menyalip. Sebaliknya dari arah berlawanan, kondisi jalannya juga menurun dan mobil itu melaju kencang sempat mendahului sepeda motor, jadi keduanya sama-sama sedang mendahului,"terangnya. (mik/lyo)