Pengebom ATM Mandiri Tertangkap

SURABAYA – Pelaku pengeboman anjungan tunai mandiri (ATM) Jl Kertanegara Karangploso, sudah tertangkap. Kepastian itu sekarang tinggal menunggu hasil interogasi Polda Jatim, pasca tertangkapnya dua terduga teroris di Jl. Kalilom 1 Surabaya, Senin malam, oleh Tim Densus 88.
‘’Sekarang dua pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mengorek informasi jaringan pengeboman di Malang,’’ kata Kombes Pol Awi Setiono, Kabid Humas Polda Jatim kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa siang.
Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror telah menangkap dua terduga teroris di rumah kontraknnya di Jl. Tanah Merah Sayur (Kalilom) 1, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Senin pukul 20.00 WIB. Penangkapan dua teroris bernama Isnaini Romdoni, 30 dan Abdul Majid, 35 tahun itu, dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pengejaran intensif oleh Tim Densus 88.
Pasca penangkapan, hingga kemarin, tim Polda Jatim masih terus berjaga-jaga di sekitar rumah terduga teroris ini. Rumah yang dibatasi dengan garis polisi itu menjadi tontonan ratusan warga sekitar, yang merasa kaget daerahnya telah menjadi sarang terduga teroris.
Tidak hanya dari Polda Jatim, penjagaan ketat rumah itu juga dibantu aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Kenjeran. ‘’Kami tidak menyangka kalau penghuninya teroris. Karena orangnya memang pendiam,’’ tutur Ahmad Suwandi, warga Jl. Tanah Merah Sayur tetangga kedua teroris.
Saat digerebek, tim Densus menemukan sejumlah rangkaian bom, dua tabung besi dengan panjang 20 cm dan diameter 5 cm. Kedua tabung sudah diisi paku yang disusun tiga shaf, ditutup lakban dan dihubungkan dengan switching dan timer. Ditemukan juga buku-buku dan bendera warna hitam.
‘’Pengakuan sementara kedua terduga teroris saat diperiksa tim Densus 88 bahwa mereka merupakan jaringan Santoso dari Poso. Mereka hendak meledakkan sejumlah pos polisi dan kantor polisi di sini (Surabaya),’’ kata Awi.
Dikatakan Awi, polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk untuk bisa mengaitkan peristiwa pengeboman ATM Mandiri di Karangploso, Kamis (9/1) lalu.
Selain itu, petugas terus mengorek informasi jaringan mereka yang mungkin masih berada di Jatim. ‘’Kami masih mengumpulkan petunjuk yang bisa mengaitkan peristiwa itu (peledakan ATM Karangploso) dengan keberadaan dua orang tersebut,’’ paparnya.
Hasil sementara pemeriksaan indikasi keterkaitan, lanjut dia, bisa dilihat dari jenis bom yang mereka siapkan. Dimana bom yang diamankan dari rumah keduanya di Surabaya memiliki kemiripan dengan bom yang meledak di ATM Karangploso.
‘’Bom yang mereka rangkai jenis bom pipa diisi paku dan dirangkai secara elektronik. Sekarang ini masih dilakukan penyidikan oleh Densus 88,’’ katanya dengan menggambarkan bom jenis ini ditemukan ketika ATM Karangploso diledakkan, 9 Januari lalu.
Ditambahkan Awi,  keberadaan tersangka Majid dan Robi sebenarnya sudah masuk target operasi (TO) Densus 88.  Tersangka Robi asli Probolinggo dan sudah berada di Surabaya sejak dua hari lalu dari Poso. Sedang, Majid, Sabtu lalu, sudah berkeliling Surabaya untuk survey target yang akan dibom.
‘’Untungnya mereka keburu tertangkap karena rencananya Selasa hari ini (kemarin) mereka akan meledakkan bom di Jatim. Keduanya merupakan alumni Poso,’’ pungkas mantan Wadirlantas Polda Jatim.  (has)