Angkut Santri Nyungsep di Jalur ‘Maut’

EVAKUASI: Bus milik Pondok Pesantren menjalani evakuasi setelah kecelakaan di Bukit Klemuk Songgoriti Kota Batu, kemarin.

BATU – Petaka dialami bus milik Ponpes Babussalam, Sumbersari, Kencong Kepung, Kediri, petang kemarin. Armada yang sedang mengangkut sekitar 25 orang santri itu, diperkirakan remnya sedang blong tak mampu menahan kondisi Jalan Klemuk, Songgoriti yang menurun tajam, sehingga menabrak tiang telepon lalu terjebak di parit tebing.   
Akibatnya, bagian depan bus  rusak parah. Santri-santri pun menjerit histeris, syok. Akibat kerasnya benturan, tiang telepon juga patah menjadi dua bagian. Kaca depan bus hancur, dan jalan alternatif dari Kediri/Pujon menuju Kota Batu, itu mengalami kemacetan panjang sebelum dialihkan melalui jalur utama (Payung).
Informasi yang dihimpun Malang Post menyebutkan, bus dengan nopol AG 7062 D itu berjalan dengan kecepatan sedang di jalur terabasan dengan ancaman jurang itu. Apalagi sepanjang hari, hujan angina terus menyelimuti kota ini sehingga fisik jalan kian licin.
Begitu merasakan remnya tak berfungsi, sopir Adi alias Penceng langsung membanting stir ke arah kiri (tebing). Bagian depan bus warna dasar putih itupun langsung menghantam tiang telepon, namun laju bus belum berhenti yang akhirnya nyungsep ke parit pembatas tebing curam.
‘’ Kami tidak tahu mengapa bus memilih lewat jalan ini. Tiba-tiba menabrak tebing. Kami bersyukur karena tidak ada korban,’’ ungkap Akbar, salah satu peserta rombongan dari Pondok Pesantren Babussalam Sumbersari Kediri itu.
Menurutnya, santri dari Kediri itu akan melakukan ziarah ke Dusun Beru Desa/Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. ‘’Kami tetap melanjutkan perjalanan, dengan jemputan menggunakan kendaraan lain,’’ tambahnya.
Petugas Laka Lantas Polres Batu, juga langsung melakukan evakuasi bus nahas itu dengan menggunakan kendaraan derek untuk diangkut Mapolres. Sedangkan sang sopir, untuk sementara harus menjalani pemeriksaan di Unit Laka Lantas. (feb/lyo)