Keluarga Korban Minta Polisi Stop Penyidikan

Polisi ketika melakukan olah TKP, kejadian tewasnya empat pekerja di PG Kebonagung.

MALANG – Masih ingat dengan kasus tewasnya empat pekerja CV Dinarta, yang meninggal dunia saat pembersihan sisa gula di PG Kebonagung yang terjadi Sabtu 28 Desember lalu?, Kemarin perwakilan pihak keluarga keempat korban, mendatangi Polres Malang. Mereka meminta polisi menghentikan penyidikan kasus tersebut.
“Kami datang untuk menemui Kapolres Malang. Tujuan kami, meminta supaya penyidikan kasus kematian empat pekerja di PG Kebonagung dihentikan,” ungkap Hendro Setiaji, salah satu sesepuh salah satu Pondok Pesantren di Kediri, yang datang bersama ahli waris para korban.
Alasan meminta penyidikan dihentikan, menurutnya karena pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga menganggap bahwa kejadian itu adalah musibah. Terkecuali kalau memang kejadian itu disengaja, keluarga pasti akan menuntut.
“Tetapi yang terjadi itu adalah musibah, tidak tidak dilakukan dengan sengaja. Sehingga kami berharap supaya proses penyidikan dihentikan,” ujarnya sembari menunjukkan surat pernyataan dari pihak keluarga yang tidak menuntut kasus tersebut.
Hendro juga menyampaikan, bahwa sejak kasus itu terjadi, pihak PG Kebonagung ataupun CV Dinarta, telah mendatangi keluarga korban. Mereka menyatakan siap bertanggungjawab atas kejadian itu. Bahkan, biaya hidup keluarga ataupun biaya sekolah anak-anak keempat korban mulai TK sampai SMA sudah ditanggung.
“Pihak PG Kebonagung dan CV Dinarta sudah bertanggungjawab dan mau membiayai sekolah anak-anak serta kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.
Dista Dewi Anjarwati, istri Pujiono, salah satu korban kecelakaan kerja itu, yang kemarin ikut juga menyatakan kalau tidak menuntut kejadian tersebut. “Kami tidak menuntut dan menganggap sebagai musibah. Pihak PG Kebonagung sudah beritikad baik, dengan menanggung biaya sekolah anak. Bahkan, biaya selamatan sampai 1000 hari juga sudah ditanggung,” ungkapnya.(agp/aim)