Jambret Kabur Satu Ditembak, Satu Dimassa

Kedua tersangka jambret yang terpaksa ditembak karena melawan, saat diamankan di Mapolsek Dampit.

DAMPIT – Pistol polisi kembali menyalak, kemarin satu dari dua pelaku perampasan kalung terpaksa di tembak di kaki kirinya oleh petugas Polsek Dampit. Petugas memberikan hadiah timah panas di betis kaki, karena pelaku berusaha melawan ketika akan ditangkap.
Tersangka bernasib apes itu adalah Iwan Iswanto, 25 tahun. Sedangkan satu tersangka lagi yaitu Jumai, 25 tahun, kondisinya babak belur. Dia dihakimi warga setelah kabur dan bersembunyi di bawah barongan. Keduanya warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Barang bukti yang diamankan polisi, yaitu satu parang milik tersangka, kalung emas beserta liontin milik korban yang dirampas. Dan sepeda motor Yamaha Vixion N 5090 IO milik tersangka yang dijadikan sebagai sarana beraksi.
“Kami terpaksa menembak kakinya, karena tembakan peringatan ke udara tidak dihiraukan. Sebaliknya tersangka Iwan ini, malah justru melawan dengan menggunakan parang,” ungkap Kapolsek Dampit, AKP Indro Susetiyo, sembari mengatakan bahwa kasusnya masih akan dikembangkan.
Mantan Kapolsek Singosari ini menjelaskan, peristiwa perampasan terjadi di Jalan Raya Ngurawan (bok dawet), Kelurahan/Kecamatan Dampit sekitar pukul 13.30. Bermula dari korban Warsiti, 40 tahun, warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit berniat pulang setelah dari Pasar Dampit.
Korban pulang dengan menumpang ojek. Kedua tersangka yang memang mencari sasaran, melihat korban memakai kalung. Dia lalu membuntuti motor ojek yang disewa korban. Setelah di lokasi jalan raya yang sepi, pelaku lalu memepet motor korban. Selanjutnya Iwan yang saat itu dibonceng, langsung merampas kalung hingga membuat korban terjatuh dari motor.
Sadar kalungnya dirampas, korban langsung berdiri sembari berteriak jambret hingga didengar warga sekitar. Sementara dua tersangka yang melihat kedatangan warga lalu berniat kabur. Tetapi apes, sepeda motor yang dijadikan saran menjambret justru mogok. Keduanya lalu meninggalkan motor dan kabur ke area persawahan.
Petugas Polsek Dampit yang mendapat laporan, langsung melakukan pengejaran. Iwan berhasil ditangkap setelah sebelumnya dilumpuhkan dengan timah panas. Sedangkan Jumai yang sempat kabur, juga berhasil ditangkap oleh warga yang kemudian dihakimi ramai-ramai saat bersembunyi di balik barongan. Bersama barang bukti, keduanya lalu digelandang ke Mapolsek Dampit.
Dalam pemeriksaan, kedua tersangka ini mengaku sudah enam kali beraksi di wilayah Kecamatan Dampit selama tiga bulan terakhir. Diantaranya dua kali di Jalan Raya Sukarame, sekali di Jalan Raya Gunung Kelom, dua kali di Jalan Raya Sumberkembar dan sekali di Jalan Raya Ngurawan.
“Enam kali menjambret itu, semuanya mendapatkan kalung dan sasarannya adalah orang wanita. Kalung hasil jambret, saya jual kepada seseorang tukang becak di Kota Malang,” tutur tersangka Jumai.(agp/aim)