Hindari Sepeda, Truk Tronton Nyemplung Sungai Brantas

Petugas ketika melakukan pemeriksaan dan olah TKP truk tronton yang masuk jurang.

KEPANJEN – Truk tronton tanpa muatan, kemarin pagi terperosok ke dalam jurang Sungai Brantas sedalam sekitar 15 meter di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen. Kendaraan bernopol L 8443 UH tersebut, terjun bebas setelah menabrak pagar besi pembatas jembatan. Akibat kejadian itu, kondisi truk remuk dan tak berbentuk.
Beruntung, sopir truk Hari Meizena warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini selamat dari maut. Pria berusia 44 tahun ini, hanya mengalami patah tulang di bahu kanan dan dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
“Kecalakaan ini sudah kami tangani. Saat ini kami masih mendalami penyebab kecelakaan. Apakah karena sopir truk mengantuk atau karena faktor lain, masih belum tahu. Kemungkinan karena kurang bisa menguasai kendaraan dan tidak hafal dengan medan jalan yang menikung tajam. Yang jelas, hasil olah TKP sementara tidak ada bekas rem di lokasi kejadian,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30. Sebelum kejadian, kendaraan truk dengan sepuluh roda ini, melaju dari arah barat ke timur (dari Kepanjen menuju Gondanglegi). Truk melaju dengan kecepatan sedang.
Ketika melintas di lokasi kejadian dengan kondisi jalan menurun dan menikung tajam, serta kondisi jalan yang licin karena habis gerimis, truk yang seharusnya belok kiri, malah melaju lurus. Akibatnya truk langsung menghantam pagar pembatas jembatan, yang kemudian terjun bebas. Truk mendarat di atas bebatuan dengan posisi jatuh terbalik roda di atas.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, langsung berdatangan. Sebagian warga menolong mengeluarkan korban dari dalam truk kemudian dibawa ke rumah sakit. Sedangkan sebagian warga lainnya melapor ke petugas Laka Lantas Polres Malang.
Polisi yang mendapat laporan, lantas menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dengan dipimpin Kasatlantas Polres Malang. Untuk mengevakuasi, petugas mendatangkan kendaraan derek besar. Proses evakuasi membutuhkan waktu lama selama beberapa jam. Selama proses evakuasi arus kendaraan dari dua arah terpaksa ditutup. Kejadian itupun, langsung menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
“Tadi saat mau belok, di depan ada dua sepeda motor yang berjalan di tengah. Karena untuk menghindari, saya banting setir ke kanan malah menabrak jembatan dan masuk jurang. Tujuan saya mau mengambil batu kapur di daerah Kecamatan Turen,” tutur Meizena sang sopir naas itu.(agp/aim)