PG Kebonagung ‘Keder’

Inilah surat pernyataan keluarga korban yang tidak menuntut PG Kebonagung

Mengaku Sudah Bertanggungjawab dan Santuni Keluarga Pekerja CV Dinarta
MALANG-  Siapa sangka bila PG Kebonagung Pakisaji juga berharap penyidikan kasus kematian empat pekerja CV Dinarta di tempat tersebut dihentikan oleh polisi. Hampir sama dengan keluarga korban, pabrik gula ini berharap supaya penyidikan dihentikan. Alasannya, PG Kebonagung sudah bertanggungjawab sepenuhnya atas kejadian itu. Bentuk pertanggungjawaban tersebut, yakni menyantuni keluarga empat korban dan membiayai sekolah anak-anak korban mulai tingkat SD hinggaSMA.
Selain itu, pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun yang disaksikan perangkat desa setempat. “Harapan pihak PG Kebonagung sama dengan keluarga korban. Yaitu kasusnya dihentikan karena kecelakaan kerja ini kalau dicari salahnya, sangat sulit. Kalaupun tidak bisa, kami hanya berharap saat di persidangan nanti bisa dihentikan karena adanya surat pernyataan tidak ada penuntutan dari pihak keluarga,” kata Kabag TU PG Kebonagung, Haryanto.
Dia menjelaskan, pascakejadian itu, pihak PG Kebonagung langsung menemui keluarga ke-empat korban. “Santunan yang diberikan sesuai dengan arahan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Malang, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” urainya. Besar santunan untuk setiap keluarga korban, Rp 76.671.400 yang dibayar dua kali. Pertama pada 31 Desember sebesar Rp 21,5 juta dan sisanya dibayar pada 10 Januari 2014.
Selain santunan itu, PG Kebonagung juga memberikan santunan untuk biaya sekolah keempat anak korban. “Santunan sekolah ini kami minta penghitungan pada asuransi Aksa Mandiri. Dihitung masing-masing anak biaya sekolah sampai SMA sebesar Rp 24,5 juta. Namun kami bulatkan menjadi Rp 30 juta dan sudah kami berikan tunai pada masing-masing pihak keluarga,” jelasnya.  Menanggapi keinginan keluarga dan PG Kebonagung,  Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan.
Dia mengaku belum pernah bertemu dengan keluarga korban. Tetapi, dia melanjutkan, jika ada pernyataan keluarga yang tidak menuntut kejadian itu serta menganggap musibah, akan menjadi bahan pertimbangan. “Untuk sementara ini, kami tetap minta kepada penyidik reskrim untuk menyelesaikan berkasnya sampai selesai. Masalah ada keluarga korban yang tidak menuntut, itu nanti setelah semua berkas penyidikan tuntas. Kami juga akan segera gelar perkara dengan melibatkan saksi ahli,” terangnya.
Polres Malang, menurut Adi, akan meminta pertimbangan pada ahli pidana karena kejadian ini mengacu pada proses keadilan.  Menurut dia, kalau ahli pidana mengatakan tidak bisa ditentukan pidananya dalam kasus ini, pihaknya juga tidak akan melanjutkan. “Polisi sendiri sudah menerima hasil visum dari rumah sakit, sekaligus hasil pemeriksaan Labfor di Polda Jatim. Hasilnya tidak bisa diungkap di sini karena menjadi kerahasiaan dalam penyidikan.  
Seperti diketahui, akhir tahun kemarin empat pekerja CV Dinarta meninggal dunia saat membersihkan sisa gula di PG Kebonagung. Mereka meninggal karena kehabisan oksigen, saat berada di dalam palung pendingin (tandon saringan gula setelah dimasak). Keempat korban yaitu Pujianto, 30 tahun, Mujiono, 28 tahun, Harianto, 33 tahun serta Armi Uspahadi, 25 tahun, semuanya warga Desa/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. (agp/mar)