Pro Kontra RUU Advokat Makin Menghangat

MALANG - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat yang selesai tahap pertama, kembali membuat beberapa organisasi advokat meradang di  Malang. Salah satunya adalah Peradi Malang. Mereka mengecam kegiatan Forum Aliansi Advokat Indonesia (FAAI) Jatim yang mencantumkan logo-logo organisasi advokat (termasuk Peradi) di Hotel Trio Indah Malang yang mendukung percepatan RUU Advokat tersebut.  Ketua DPC Peradi Malang, Sutrisno SH meminta Wahab Adhinegoro, SH, MH untuk meminta maaf terkait kegiatan tersebut.
“Kegiatan forum itu cukup merugikan Peradi karena kami sudah membuat pernyataan sikap menolak RUU tersebut. Kami juga meminta klarifikasi kepada forum itu karena mereka tidak pernah meminta izin pemasangan logo itu,” terangnya. Menurut dia, saat mendatangi Wahab, yang bersangkutan langsung meminta maaf. “Yang pasti, dengan penghapusan wadah tunggal, akan memecahbelah profesi ini. Advokat tidak lagi profesional karena ada campur tanggan pemerintah,” tegasnya.
Dia menjelaskan, selain Peradi, sejumlah organisasi advokat juga menolak seperti DPC IKADIN, IPHI dan AAI. “Kami sudah meminta agar komisi IX DPR RI tidak meloloskan RUU tersebut,” tegasnya. Menanggapi ketegangan antara Peradi Malang dan FFAI Jatim, Ketua DPC Ikadin Malang Raya, M.S Alhaidary SH, MH berharap permasalahannya bisa diselesaikan secara baik-baik. “Saya tidak ikut acara itu karena kebetulan tidak diundang. Tapi terkait adanya logo peradi dalam acara itu, saya memahami kalau rekan-rekan Peradi bereaksi. Kami semua teman kok,” paparnya.
Menurut dia, tidak elok sesama advokat ribut hanya karena masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan secara intern. “Secara pribadi, saya juga diselesaikan secara internal. Apa kata publik kalau sesama advokat saja ribut karena masalah yang tidak terlalu urgen,” pungkasnya.  Sementara Wahab Adhinegoro menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya hanya menampung aspirasi grup di Facebook (FB). “Mereka ingin bertemu dan mengungkapkan keinginannya untuk mendukung percepatan RUU Advokat. Sehingga yang datang merupakan individu dan tidak mewakili organisasi mana pun,” ujarnya. (mar)