Diduga Palsu, 21 Ton Pupuk Diamankan

Sebagaian barang bukti pupuk yang diduga palsu yang diamankan di Mapolsek Ngajum untuk dilakukan penelitian.

NGAJUM – Polsek Ngajum, kemarin mengamankan sekitar 21 ton pupuk yang diduga palsu. Pupuk itu diamankan dari seorang distributor berinisial RT, warga Dusun Ubalan, Desa Maguan, Kecamatan Ngajum. Untuk membuktikan palsu dan tidaknya, saat ini polisi masih menyelidikinya.
“Kami belum berani menyimpulkan apakah palsu atau tidak. Karena masih kami lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Termasuk membawa sample pupuk itu ke uji laboratorium di Balitkabi Pakisaji dan Polda Jatim, untuk mengetahui apakah kandungan pupuk sama dengan tulisan dikemasannya,” ungkap Kapolsek Ngajum AKP Sri Sugeng Waskito.
Selama proses penyelidikan dilakukan, untuk sementara pupuk yang diamankan disimpan di KUD Ngajum dengan diberi garis police line. “Kalau memang pupuk itu palsu, pasti akan kami proses hukum. Karena dugaan pupuk yang diduga palsu ini sudah menyebar di Kabupaten Malang dan bahkan di beberapa daerah lain,” tutur Waskito.
Pria dengan pangkat balok tiga ini melanjutkan, pupuk yang diduga palsu tersebut, diamankan berdasarkan pengaduan masyarakat. Petani yang membeli pupuk dari distributor RT mengaku kecewa. Ketika disebarkan ke tanaman sama sekali tidak ada reaksi dan malah menggumpal.
Dari pengaduan itulah, Polsek Ngajum lalu melakukan penyelidikan dan menyita semua pupuk yang ada di rumah RT. “Selain menyita pupuk di rumah distributor, kami juga telah meminta semua pupuk yang sudah terlanjur dibeli oleh petani. Ada sekitar empat petani dan rata-rata sudah membeli lima kuintal pupuk,” jelasnya.
Sementara dugaan bahwa pupuk yang diamankan itu palsu, terlihat dari kemasan dan isinya. Dari tiga jenis kemasan yang diamankan, semuanya menyerupai kemasan pupuk bersubsidi yang dikeluarkan oleh PT Petrokimia Gresik.
Pupuk bersubsidi dalam kemasan tertulis pupuk bersubsidi pemerintah – barang dalam pengawasan. Tulisan merek pupuk adalah Phonska atau ZA. Dan kemasan tertulis nama PT Petrokimia Gresik. Pupuk bersubsidi ini, hanya bisa didapat di KUD masing-masing desa.
Sedangkan pupuk yang diduga palsu, dalam kemasan tertulis pertanian, perkebunan dan perikanan. Tidak ada tulisan bersubsidi. Nama merek hampir sama yaitu Phosnka, ZA dan SP – 36 (SIP – 36). Tertulis CT Tani SP Gresik. “Namun logo yang dipakai sama dengan pupuk bersubsidi,” katanya.
Pupuk dalam kemasannya juga terlihat tidak yakin. Sebab pupuk yang diduga palsu itu, seperti gamping (batu kapur), juga sama sekali tidak berbau. “Dalihnya ketika kami tanya, pupuk itu untuk pembenahan tanah. Inilah yang saat ini masih kami selidiki. Dan harga satu sak dia mengambil dari CV seharga Rp 110 ribu, lalu dijual Rp 170 ribu,” jelasnya sembari mengatakan bahwa Polsek Ngajum juga telah mengamankan beberapa dokumen, yang isinya soal izin penerbitan beberapa merek.(agp/aim)