Siap Dituntut, Siap Melawan

MALANG - Ancaman DPC Peradi Malang untuk menggugat Wahab Adhinegoro, SH, MH terkait pencantuman nama Peradi di acara Forum Aliansi Advokat Indonesia (FAAI) Jatim, akhir pekan kemarin, segera dibuktikan.  DPC Peradi Malang membentuk tim untuk melakukan tuntutan itu. “Meskipun Wahab sudah secara lisan sudah menyatakan permohonan maaf kepada pengurus DPC Peradi Malang yang mendatangi lokasi acara di Hotel Trio Indah, kami tetap akan melakukan penuntutan,” tutur Ketua DPC Peradi Malang, Sutrisno SH.
Menurutnya, pencantuman nama Peradi dan pelaksanaan kegiatannya, tidak ada konfirmasi dengan DPC Peradi Malang. “Bahkan keputusan di FFAI itu bertentangan dengan sikap DPC Peradi Malang terkait dengan pembahasan RUU Advokat,” lanjutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, FFAI melakukan pertemuan di Hotel Trio Indah, akhir pekan kemarin untuk mendukung percepatan RUU advokat.  Yang menjadi permasalahan, dalam forum itu, tercantum logo-logo dari berbagai organisasi advokat, termasuk salah satunya adalah Peradi. “Kegiatan forum itu cukup merugikan Peradi karena kami sudah membuat pernyataan sikap menolak RUU tersebut,” paparnya setelah mengetahui acara itu.
Ditemui terpisah, Wahab mengaku tidak mempermasalahkan rencana gugatan itu. “Justru saya tunggu gugatannya. Nanti akan saya tunjukkan, siapa saja dari Peradi yang datang ke acara itu. Secara pribadi, saya memang minta maaf, tapi bukan Wahab sebagai FAAI. Sebab itu, ketika saya diminta membuat surat pernyataan, langsung saya tolak. Kami lawan,” urainya. Bagi dia, tidak perlu minta izin untuk pemasangan logo ataupun pencatuman nama Peradi di acara itu. “Ini hanya forum, bukan pembentukan organisasi baru. Di situ juga tidak membuat keputusan apa-apa,” tegas Ketua DPD Ikadin Jatim ini.
Di lain pihak, mantan wartawan ini juga mempertanyakan sikap DPC Peradi Malang yang menolak RUU Advokat tersebut. Dia mengatakan, penolakan itu justru bertentangan dengan sikap Peradi pusat yang menyetujui revisi untuk penyempurnaan penguatan profesi di RUU Advokat itu. “Kalau menolak RUU Advokat, untuk apa menyetujui penyempurnaan penguatan profesi di RUU tersebut? Ini sama saja bertolak belakang. RUU Advokat itu justru untuk mengangkat harkat martabat seorang advokat. Ini kok malah ditolak,” pungkas dia. (mar)