Kajur Plus Tiga Mahasiswa ITN Mangkir

MALANG – Siapa saja empat tersangka dalam kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya, akhirnya terungkap. Salah satu diantaranya, Kepala Jurusan (Kajur) Planologi, Dr Ir Ibnu Sasongko (IS). Sedangkan tiga tersangka lainnya adalah Fendem (mahasiswa senior).
Mereka adalah Ketua Panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Putra Arif Budi Santoso (PB), seksi acara KBD, Natalia Damayanti (ND) serta seksi keamanan acara, Halim Nurohman (HN). Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka, setelah kasusnya digelar di Polda Jatim, Senin (20/1) lalu.
Tetapi pasca penetapan tersangka, keempatnya mulai menunjukkan sikap tidak kooperatif. Senin kemarin, mereka mangkir dari panggilan pertama penyidik Reskrim Polres Malang. Alasannya, masih menyiapkan berkas serta bahan-bahan keterangan kepada penyidik.
Ketidakhadiran mereka, diberitahukan lewat surat yang diserahkan Ficky Retno Syahputro SH, asisten advokasi Endarto Budi Walujo SH, yang merupakan kuasa hukum dari keempat tersangka.
‘’Saya hanya menyampaikan surat saja. Hari ini mereka (keempat tersangka, Red.) tidak bisa hadir dan meminta penundaan. Alasannya apa, serta minta ditunda kapan saya tidak tahu. Karena bukan kapasitas saya untuk menjawab,’’ tutur Ficky Retno Syahputro, usai menyerahkan surat ke penyidik di Unit II Reskrim.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman, dikonfirmasi terpisah membenarkan ketidakhadiran keempat tersangka. ‘’Alasannya, sedang menyiapkan bahan-bahan dan keterangan yang akan disampaikan kepada penyidik saat akan diperiksa,’’ ujar Aldy.
Namun lanjut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, dalam surat yang diberikan itu, keempatnya menyanggupi untuk siap diperiksa pada Rabu (29/1) dan Kamis (30/1). ‘’Untuk PB dan IS akan hadir diperiksa pada hari Rabu. Sedangkan ND dan HN pada hari Kamis,’’ katanya.
Jika pada Rabu dan Kamis mereka tidak datang, Polres Malang akan melayangkan surat pemanggilan kedua. Jika panggilan kedua tetap tidak datang, mereka akan dipanggil paksa.
‘’Soal apakah nanti mereka ditahan atau tidak, itu tergantung dari perkembangan penyidikan. Sebab penahanan itu dilakukan, jika dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya,’’ jelas Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta.
Apakah ada penambahan tersangka lain? Dikatakan Adi, saat ini masih akan melihat hasil keterangan para tersangka. ‘’Apakah tersangka memberikan keterangan adanya pihak-pihak yang ikut terlibat. Karena semua sumbernya dari para tersangka ini,’’ tegas mantan penyidik KPK ini. (agp/avi)