Dua Pendaki Welirang Ditemukan Tewas

BATU - Sembilan hari melakukan pencarian, akhirnya tim SAR berhasil menemukan dua mahasiswa STIESIA Surabaya, Alif Hazen Rahmansyah (24), warga Jalan Pahlawan 10 Kota Gresik dan Dian Meitami (18) warga Jalan Karangmenjangan 1B Surabaya, yang hilang di Gunung Welirang sejak Minggu (19/1) lalu.
Sayangnya, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal, Senin (27/1) kemarin. Alif dan Dian, ditemukan sekitar pukul 09.30 wib di lembah sebelah barat lereng Gunung kembar 2 (celah gunung kembar) oleh tim SRU 7, yang berangkat dari Tretes Pasuruan.
Tapi baru pukul 14.40 WIB, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil Ambulance PMI dan BNPB Pasuruan ke RS Paru, Kota Batu.
Namun, karena minimnya peralatan otopsi di RS tersebut, kedua jenazah itu dibawa ke RSSA Kota Malang.
Saat di RS Paru, kedua keluarga korban, keberatan jika dilakukan otopsi. ‘’Biar jenazahnya langsung dibawa ke rumah,’’ ungkap salah satu kerabat korban yang tak mau disebutkan namanya ini.
Alif ditemukan dalam posisi duduk. Tangannya bersedekap, untuk mengusir dingin. Sedangkan Dian, ditemukan dalam keadaan tangan terlentang yang berjarak sekitar 15 meter dari posisi Alif.
‘’Dian berada di atas dan Alif berada di bawah. Tubuh keduanya terpisah sekitar 15 meter,’’ kata Miseman, warga Lemah Putih Desa Sumberbrantas yang ikut membantu evakuasi korban.
Kepala UPT Tahura R Soerjo wilayah Malang-Pasuruan, Gatot Sundoro mengatakan, Dian dan Alif sudah sembilan hari hilang di Gunung Welirang.
‘’Tim menemukan mereka sudah tidak bernyawa lagi, sehingga langsung dilakukan evakuasi. Sebenarnya, tim pernah melintas di area tersebut, tapi tidak tahu kenapa, kok tidak melihat. Baru tadi (kemarin, Red.) terlihatnya,’’ terang Gatot saat dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, belum diketahui penyebab keduanya meninggal. Apa karena kedinginan, ataupun terpeleset dan terjatuh. Akan tetapi, kondisi keduanya masih berpakaian utuh saat tim menemukan.
Diakuinya, lamanya proses pencarian ini, disebabkan cuaca yang selalu hujan dan berkabut. Ditambah medan di Gunung Kembar kurang bersahabat.
‘’Kami baru berhasil menemukan mereka hari ini (kemarin, Red.). Sebab sebelumnya, cuaca di sini sangat buruk,’’ akunya sembari menyatakan jika proses pencarian resmi dimulai sejak Rabu (21/1) kemarin.
Sebagaimana diketahui, dua mahasiswa anggota Mahapala STIESIA Surabaya, Alif Hazen Rahmansyah dan Dian Meitami dinyatakan hilang sejak Minggu (19/1) lalu. Mereka bermaksud mendaki Gunung Welirang lewat Cangar. (mik)