Anak Kepsek Ketahuan Beli Miras

Petugas mendata menimuman keras hasil razia, sebelum dilimpahkan ke Polres Malang.

SINGOSARI-  Minuman keras (Miras) berbagai jenis terutama opolosan yang kian marak merenggut peminumnya, membuat Polsek Singosari melalukan razia selama dua hari lalu. Hasilnya, petugas berhasil menyita sekitar 50 botol miras berbagai jenis maupun merek dari dua tempat berbeda, yakni Kelurahan Losari dan Desa Banjararum.
Di Kelurahan Losari ditemukan 15 botol dan Desa Banjararum ditemukan 35 botol miras. “Menariknya, 50 botol miras itu sama-sama kami sita dari warung prancangan. Selama ini kedua warung itu sebagai kedok untuk menutupi usaha utama, yakni menjual miras,“ ujar Kanit Sabhara Polsek Singosari Ipda Sri Ngariadi SH.
Dijelaskannya, pemilik kedua warung tersebut hanya dilakukan sidang tipiring. Karena keduanya terbukti melanggar Peraturan Kementerian Perdagangan Pasal 31 No 43 tahun 2009 tentang aturan tempat penjualan miras. Serta melanggar Peraturan Kementerian Kesehatan, Nomor 23 tahun 1992 tentang minuman beralkohol.
“Pemilik kedua warung tersebut, juga tidak mempunyai izin menjual miras atau minuman beralkohol. Untuk itu, seluruh miras dan minuman beralkohol yang ditemukan, langsung kami sita,” bebernya.
Saat melakukan razia di Desa Banjararum, pihaknya juga mendapati beberapa pelajar berseragam membeli miras. Diantara pelajar tersebut, belakangan ini salah satunya diketahui sebagai anak kepala sekolah dari SMA yang ada di Kecamatan Singosari.
“Bagi mereka, kami hanya memberikan peringatan dengan memanggil para orang tua, termasuk orang tua anak dari salah seorang Kepala Sekolah itu. Kemudian mereka kami menandatangani surat pernyataan, yang isinya agar tidak mengulanginya lagi,“ bebernya.
Menurutnya, razia tersebut sesuai atas instruksi dari Polda Jawa Timur, menaggapi banyaknya kematian akibat minuman keras utamanya berjenis oplosan. “Fokus kami, memang terhadap miras jenis oplosan. Namun, bila ditemukan miras yang tidak ada izin jualnya dan dijual didekat sekolah, maka terpaksa juga kami sita,“ tegasnya.
Sedangkan razia tersebut, akan terus dilkakukan dan rencananya akan dilaksanakan secara rutin. “Seluruh miras yang kami sita,  kami kumpulkan dan dibawa ke Polres Malang. Tujuannya, agar didata berapa jumlah dan jenisnya, yang kemudian sebagai laporan kepada Polda Jawa Timur,“ tutupnya. (big/aim)