Tersangka Ospek Maut ITN Bisa Bertambah

Pekan Depan, Berkas Perkara Dilimpahkan ke Kejari
MALANG – Berkas kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. Pelimpahan berkas tahap pertama ini akan dilakukan setelah Polres Malang merampungkan pemeriksaan terhadap empat tersangka dalam ospek maut, pada Rabu (29/1) dan Kamis (30/1) lalu.
Polres Malang telah menetapkan empat tersangka dalam kasus kematian mahasiswa baru ITN, Fikri Dolasmantya Surya. Mereka adalah Kepala Jurusan (Kajur) Planologi, Dr. Ir. Ibnu Sasongko dan tiga lainnya Fendem (mahasiswa senior), yaitu Ketua Panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Putra Arif Budi Santoso, seksi acara KBD Natalia Damayanti serta seksi keamanan acara Halim Nurohman.
Penetapan mereka ini, setelah melalui penyidikan panjang dan gelar perkara di Polda Jatim Senin (20/1) lalu. Dari penetapan itu, polisi lalu memanggil mereka untuk diperiksa sebagai tersangka. Ibnu Sasongko dan Putra Arif Budi Santoso, diperiksa Rabu (29/1). Sedangkan Natalia Damayanti serta Halim Nurohman, diperiksa Kamis (30/1).
“Setelah pemeriksaan keempat tersangka itu, akan segera menyempurnakan berkasnya. Selanjutnya akan kami limpahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri Kepanjen, dalam minggu depan ini sebagai pelimpahan tahap pertama,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Namun sebelum pelimpahan ke Kejari Kepanjen, lanjut mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, bersama penyidik Reskrim yang menangani perkara itu akan melakukan analisa (pendalam) hasil dari pemeriksaan keempat tersangka. Analisa tersebut, untuk mengetahui apakah ada tersangka baru dalam kasus kematian Fikri.
“Kami masih akan melakukan analisa terlebih dahulu. Apakah ada tersangka baru dalam perkara ini atau tidak. Kalaupun hasil analisa memang ada tersangka baru akan langsung kami tindaklanjuti dengan memanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka,” ujarnya.
Lantas terkait permintaan kuasa hukum keempat tersangka Endarto Budhi Walujo SH, yang meminta supaya orangtua Fikri dan saksi meringankan dimintai keterangan, Aldy menuturkan akan dilihat dari hasil analisa dan petunjuk dari JPU. “Nanti kita lihat analisa dan petunjuk dari JPU, apakah ada yang harus dilengkapi atau tidak,” katanya.(agp/aim)