Karyawan Gatra Mapan Jadi Pengepul Togel

SINGOSARI- Razia cipta kondisi terus dilakukan jajaran kepolisian, termasuk di Kecamatan Singosari. Razia yang dilakukan Polsek Singosari, Kamis (30/1) malam hingga Jumat (31/1) dini hari tersebut, bertujuan untuk mempersempit ruang gerak teroris, namun hanya berhasil menangkap seorang penogel.
Tersangkanya Deni Setyo, 22 tahun, warga Dusun SongSong Desa Ardimulyo Kecamatan Singosari. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 100 ribu, satu buah HP yang di dalamnya berisikan puluhan SMS nomor togel, dan satu bendel kupon togel.
“Tersangka kedapatan memiliki togel, saat kami melakukan razia, tersangka diketahui bertindak sebagai pengepul togel. Kemudian hasil penjualan kupon togel, disetorkan kepada bandar, yang saat ini sedang kami selidiki,“ ujar Kanit Reskrim Polsek Singosari AKP Untung kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka yang diketahui bekerja sebagai karyawan di PT Gatra Mapan, diketahui sudah setahun ini menjajakan kupon putih. Namun, selama aksinya itu tidak pernah tertangkap polisi.
“Tersangka bukan residivis dan tidak pernah tersangkut suatu kasus apapun. Namun, dalam pemeriksaan tersangka mengaku sudah setahun ini berjualan togel,” kata perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang judi ancaman hukuman lima tahun penjara.
Kanit Sabhara Polsek Singosari Ipda Sri Ngariadi SH mengatakan, razia cipta kondisi kali ini berada tiga titik, yakni Desa Ardimulyo, Desa Banjararum dan Desa Purwoasri. Pihaknya menolak dikatakan razia tersebut sebelumnya telah bocor. Pasalnya, hanya menemukan satu pelanggaran.
“Hal ini, berarti Kecamatan Singosari terbebas dari ancaman teroris maupun kejahatan berskala besar seperti perampokan. Selain itu, pendekatan secara persuasif yang dilakukan Binmas, terbukti berjalan efektif. Karena tidak ditemukan pelanggaran asusila maupun warga yang tidak membawa identitas,“ ucapnya di tempat yang sama.
Meski secara keseluruhan wilayah Kecamatan Singosari aman dari gangguan teroris, pihaknya mengaku tetap akan melakukan razia yang waktunya pelaksanaanya diacak. “Karena pelaku teroris itu karakternya selalu berpindah-pindah tempat, maka kami tetap waspada,“ tutupnya. (big/aim)