Kakak dan Adik Dipanggil Sebagai Tersangka

KEPANJEN - Berakhir sudah usaha anggota Fraksi Partai  Golkar DPRD Kabupaten Malang, Sugiyanto dan adiknya, Sumadi, untuk lolos dari jeratan hukum Polres Malang. Keduanya yang dilaporkan melakukan aksi pengeroyokan terhadap Untung, 48 tahun warga Desa Tumpangrejo, Kecamatan Gedangan, akan dipanggil secara bersamaan oleh penyidik Polres Malang.
“Selasa (4/2) lusa, keduanya akan kami panggil secara bersamaan. Surat pemanggilannya, baru hari ini dikirimkan kepada keduanya,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP M Aldy Sulaeman kepada Malang Post kemarin.
Ditanya mengenai pemanggilan keduanya, Aldy menjelaskan, kakak-adik tersebut dipanggil dalam kapasitas sebagai tersangka. Karena tuduhan yang diarahkan adalah pengeroyokan, makanya pemanggilan yang dilakukan secara bersamaan.“Tuduhannya tetap, yakni diduga melakukan aksi pengeroyokan,” tambahnya.
Terkait dengan pemanggilan itu, Aldy tidak menampik, bahwa untuk kali pertama keduanya dipanggil secara bersamaan dalam kapasitas sebagai tersangka. Selama ini, keduanya dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi dan waktunya tidak bersamaan. Termasuk, dengan status Sugik yang pemanggilannya harus meminta izin dahulu Gubernur Jatim.
“Selama ini sudah pernah dilakukan pemanggilan. Hanya saja, waktunya tidak berbarengan. Sementara kapasitas dalam pemanggilan, juga masih berstatus sebagai saksi,” terangnya.
Apakah keduanya akan langsung ditahan ? Aldy mengatakan, akan melihat hasil dari pemeriksaan pemanggilan itu. Yang pasti, penyidik tidak main-main dalam mensikapi pengaduan yang masuk.“Dilihat saja nanti. Intinya, kami serius mengenai setiap pengaduan,” papar Aldy.
Sebagaimana diberitakan, Untung mengaku menjadi korban pengeroyokan pada Oktober 2013, lalu. Kejadian pengeroyokan itu, dilakukan di sebuah warung di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Berbekal pengaduan itulah, secara bertahap penyidik melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Termasuk, meminta izin Gubernur Jatim, terkait status Sugik yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang. (sit/nug)